Ngaji Isuk 13 : Dunia Fana Akhirat Kekal; Optimalisasi Waktu Sehat & Sempat di Ladang Kehidupan
Oleh Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd.
(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)
Bismillah Alhamdulillah Allahumma Shalli ‘ala Muhammad Wa’ala Ali Muhammad
Sahabat ngaji isuk rahimakumullah, dunia fana akhirat kekal, sebuah kenyataan yang seringkali kita lupakan dalam kehidupan sehari-hari bahwa kehidupan dunia hanya sebuah perjalanan untuk menuju kehidupan yang kekal abadi yaitu akhirat.
Allah SWT subhanahu wata’ala berfirman :
وَاضْرِبْ لَهُمْ مَّثَلَ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا كَمَاۤءٍ اَنْزَلْنٰهُ مِنَ السَّمَاۤءِ فَاخْتَلَطَ بِهٖ نَبَاتُ الْاَرْضِ فَاَصْبَحَ هَشِيْمًا تَذْرُوْهُ الرِّيٰحُ ۗوَكَانَ اللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ مُّقْتَدِرًا
Artinya :“Dan buatkanlah untuk mereka (manusia) perumpamaan kehidupan dunia ini, ibarat air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, maka tumbuhlah dengan subur karena air itu tanam-tanaman di bumi, kemudian tanam-tanaman itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. Dan adalah Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Kahfi : 45).
Dalam ayat lainnya, Allah subhanahu wata’ala berfirman :
وَالْاٰخِرَةُ خَيْرٌ وَّاَبْقٰىۗ ١٧
Artinya :“Dan kehidupan akhirat itu lebih baik dan lebih kekal.” (QS. Al-A’la : 17).
Dunia fana akhirat kekal, karena itu dunia ini adalah sebagai ladang amal bagi manusia, disinilah manusia menanam amalnya. Allah subhanahu wata’ala sudah memberikan modal berupa waktu, sehat, harta dan sempat, kelak di akhirat.
Manusia akan memanen apa yang ditanam di ladang ini. Siapa yang menanam kebaikan, dia akan memanen kebahagiaan. Siapa yang menanam keburukan dia akan memanen penyesalan.
Allah subhanahu wata’ala berfirman:
فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ الَّذِينَ خَسِرُوا أَنْفُسَهُمْ فِي جَهَنَّمَ خَالِدُونَ تَلْفَحُ وُجُوهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيهَا كَالِحُونَ
Artinya :“Barang siapa yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahannam. Muka mereka dibakar api neraka, dan mereka di dalam neraka itu dalam keadaan cacat.” (Al-Mukminun : 102-104).
Banyak manusia tertipu dan lalai dengan sehat dan waktu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ
Artinya :”Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari dari Ibnu ‘Abbas).
Optimalisasi waktu sehat dan kesempatan adalah solusi dan aset paling berharga. Bagaimana cara mengoptimalkannya, prioritaskan kewajiban kepada Allah subhanahu wata’ala.
“Investasi ilmu, perbanyak kebaikan-kebaikan sunnah dan evaluasi diri (Muhasabah). Semoga kita selalu dalam lindungan Allah subhanahu wata’ala”
نَصْرٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ














