Wednesday, March 4, 2026
Wednesday, March 4, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
tourtravel
toyaaa
sekolahinovatif
lazizmu
smpmu4
airsuli5
previous arrow
next arrow
Shadow

Ketua PCM Mulyorejo Launching Buku Baru di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya

Must Read

Surabaya, liputanmu – Merespon gagasan yang disampaikan oleh Mendikdasmen, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. terkait dengan; “Guru Konselor dan Pendekatan Deep Learning”. Ustadz Drs. Najib Sulhan, MA., Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mulyorejo yang kini menjadi Head of Alazka Training Center (ATC) Surabaya membuat buku berjudul; “Menjadi Guru Konselor: Guru Dirindukan Siswa”, di Kantor Dinas Pendidikan Kota Surabaya.

Buku yang terdiri dari lima bab ini telah diluncurkan di Kantor Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya bersama Kepala Dispendik Kota Surabaya Yusuf Masruh, dan Sekretaris Kadispendik, Putri Aisyah Mahanani. Hadir pula Kepala Bidang GTK, Tri Endang Kustianingsih, Kabid SD, Munaiyah, Kabid Sekmen, Ahmad Syahroni, serta Kabid PAUD dan PNF, Mohammad Sufyan.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Drs. Najib Sulhan, MA., Ketua PCM Mulyorejo menyampaikan bahwa pada dasarnya, seorang guru harus mampu menjadi konselor. Selain mengajar dan mendidik, juga mampu membimbing, membina, dan memotivasi. Inilah sesungguhnya guru yang selalu dirindukan oleh siswa.

“Untuk itu pemahaman tentang profesi guru menjadi penting. Dengan pemahaman yang benar, akan tumbuh keseriusan, kemauan yang kuat, dan bekerja penuh bahagia.” Lanjutnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa sebagai seorang guru konselor, maka perlu mengenali karakteristik siswa. Baik terkait potensi, perilaku, gaya belajar, termasuk kesulitan belajarnya.

“Pada bagian terakhir buku ini, tentang pemahaman deep learning atau pembelajaran mendalam. Pada pembelajaran mendalam ada 4 kerangka kerja yang harus dilaksanakan.” Imbuhnya.

Najib Sulhan menguraikan konsep lengkap terkait pendekatan deep learning, yaitu; Pertama, Kerangka pembelajaran deep learning yang terdiri dari empat pilar, yaitu praktik pedagogis, lingkungan pembelajaran, pemanfaatan digital, dan kemitraan pembelajaran.

“Kedua, Pengalaman belajar dalam pendekatan deep learning, yaitu memahami konten, mengaplikasikan apa yang telah difahami, dan merefleksi.” Katanya.

Ketiga, Prinsip pembelajaran deep learning, terkait dengan dua hal, yaitu :

  • Pertama, Terkait proses, pembelajaran berkesadaran (Mindful Learning), pembelajaran bermakna (Meaningful Learning), dan pembelajaran menyenangkan (Joyful Learning).
  • Kedua, Sasaran pembelajaran untuk pembentukan karakter, meliputi empat hal, yaitu olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetika).

“Keempat, Dimensi profil lulusan. Untuk pendekatan deep learning ada delapan profil lulusan, yaitu; Keimanan dan Ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, Kewargaan, Penalaran kritis (Berfikir Kritis), Kreativitas, Kolaborasi, Kemandirian, Kesehatan dan Komunikasi.” Ungkapnya.

Ada satu lagi yang sesungguhnya menjadi model dalam deep learning, yaitu ada 10 langkah pembelajaran berbasis bukti, yang ini bisa diuraikan lebih detail lagi.

“Semoga guru mampu memahami secara benar tentang deep learning. Dengan pemahaman yang benar akan menjadi guru yang dirindukan oleh siswa.” Pungkasnya. (Humas/Najib).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Shalat Gerhana di Masjid Al Washatiyah UMMAD, Duta Kampus 2026 Jadi Imam dan Khatib Shalat

Madiun, liputanmu - Civitas akademika Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) menyelenggarakan Shalat Gerhana di Masjid Al Wasathiyah UMMAD, pada Selasa,...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img