Surabaya, liputanmu – Kuatkan Program School of Tahfidz, SMP Muhammadiyah 15, Boarding School Surabaya secara resmi melakukan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya. Sabtu (30/04/2026).
MoU ini menjadi langkah strategis sebagai bentuk komitmen serius sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam kurikulum pendidikan formal dan sistem asrama.
Kehadiran program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem belajar yang tidak hanya mengejar keunggulan akademik, tetapi juga menjadikan hafalan Al-Qur’an sebagai fondasi utama karakter siswa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya, Ustadz Muhammad Muslim, dalam kesempatan tersebut memberikan apresiasi yang luar biasa atas inisiatif besar tersebut.
“Kehadiran School of Tahfidz di lingkungan SMP Muhammadiyah 15 merupakan angin segar bagi dunia pendidikan di Surabaya karena berupaya mencetak generasi dengan kecerdasan spiritual di atas rata-rata.” Ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa program ini tidak boleh berhenti pada sekadar hafalan lisan, melainkan harus mampu mentransformasi perilaku siswa agar sesuai dengan nilai-nilai mulia Al-Qur’an, sehingga mereka tumbuh menjadi pribadi yang moderat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Sementara itu, Direktur Muhammadiyah Boarding School (MBS) SMP Muhammadiyah 15, Ustadz Azis Maulana Akhsan. Ia menaruh harapan besar bahwa sinergi formal dengan Kemenag akan meningkatkan standar kualitas serta akuntabilitas program tahfidz yang dijalankan oleh para santri.
“Dengan adanya supervisi langsung dari Kemenag, metode pembelajaran tahfidz di MBS akan semakin terarah dan memiliki sistem evaluasi yang kuat.” Ungkapnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa melalui standarisasi resmi ini, para santri diharapkan jauh lebih termotivasi untuk mencapai target hafalan mereka karena didukung oleh sistem pendidikan yang diakui secara kenegaraan.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya, Ustadz Banjar, menekankan pentingnya profil lulusan yang memiliki ciri khas sebagai generasi Qur’ani yang kompetitif di berbagai bidang.
“Kami berharap identitas sebagai School of Tahfidz ini melahirkan lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan umum secara mendalam, tetapi juga memiliki hafalan yang mutqin (kuat) sebagai identitas moral mereka.” Tuturnya.
Melalui kolaborasi ini, sekolah bercita-cita mencetak pemimpin masa depan yang mandiri dan berprestasi, dengan tetap menjadikan Al-Qur’an sebagai kompas utama dalam kehidupan profesional maupun pribadi. (Didik Hermawan).














