Tuesday, May 12, 2026
Tuesday, May 12, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Kajian Keliling PRM Darmo: Meneguhkan Islam Sebagai Jalan Hidup dan Penguat Silaturahim

Must Read

Surabaya, liputanmu – Ahad (10/05/2026) Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, semangat dakwah tak boleh padam. Ahad pagi yang penuh keberkahan, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Darmo yang berada di wilayah PCM Wonokromo kembali menghadirkan ruang pencerahan melalui kajian keliling bulanan.

Kajian kali ini diisi oleh Ustadz Muhammad Syafi’i, S.Sos., Sekretaris Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Syafi’i menyampaikan bahwa ini sebuah pengajian yang bukan hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga ruang bertumbuhnya ilmu, ukhuwah, dan harapan.

“Islam bukan hanya agama ibadah, tetapi jalan hidup yang membawa rahmat bagi seluruh alam.” Ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa kalimat ini menjadi ruh dalam kajian tersebut. Islam hadir sebagai rahmatan lil ‘alamin, menghadirkan keteduhan, solusi, dan kebermanfaatan bagi kehidupan manusia. Karena itu, pengajian bukan sekadar rutinitas, tetapi sarana menghidupkan denyut dakwah di tengah masyarakat.

“Ranting akan hidup ketika pengajian tetap hidup.” Tegasnya.

Ustadz Syafi’i menyampaikan bahwa sebuah ranting akan terus tumbuh ketika memiliki denyut kegiatan pengajian. Organisasi kemajuan tidak cukup hanya dengan struktur, tetapi perlu gerakan nyata yang menyentuh hati umat.

Menurutnya, dakwah juga harus berani membuka pintu untuk masyarakat sekitar. Jangan hanya menjadi ruang internal, tetapi jadikan pengajian sebagai rumah bersama yang dirindukan kehadirannya.

“Pengajian harus memberi manfaat, agar masyarakat merasa kehadirannya membawa makna.” Tegasnya.

Dengan semangat itu, lanjutnya, kajian keliling di 5 Ranting di wilayah PCM Wonokromo; Jagir, Jagir Mulyo, Darmo, Wonokromo dan Sawunggaling, direncanakan hadir di setiap Ahad kedua setiap bulan, menjadi titik temu hati, tempat belajar, sekaligus memperkuat hubungan sosial.

Ia juga mengatakan bahwa sebuah slogan inspiratif lahir dari kajian ini; “Jalin silaturahim, umur dipanjangkan, rezeki diluaskan.” Karena sejatinya, silaturahim bukan hanya mempererat hubungan manusia, tetapi juga membuka pintu keberkahan.

“Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa siapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan dilapangkan rezekinya, maka sambunglah silaturahim.” Tegasnya.

Namun, lanjut Ustadz Syafi’i, bahwa silaturahim di pengajian bukan sekadar bertemu dan bercengkerama. Ada nilai yang jauh lebih besar: menimba ilmu.

“Mari Raih Taman-Taman Surga.” Imbuhnya.

Dalam kajian disebutkan istilah; Idza marartum biriyadhil jannah fartau, yang artinya, “Jika kalian melewati taman-taman surga, maka singgahlah”, yang dimaksud taman surga adalah majelis ilmu. Maka ketika ada ajakan hadir di pengajian ranting, jawaban terbaik adalah:

“Kita raih taman-taman surga.” Tandas Ustadz Syafi’i yang juga sebagai Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)

Betapa indah jika pengajian bukan dipandang sebagai kewajiban yang berat, tetapi sebagai tempat hati mendapatkan ketenangan dan pikiran memperoleh cahaya.

Tentu, di sinilah pentingnya kreativitas pimpinan ranting dalam mendesain model kajian. Dakwah perlu dikemas dengan hangat, menyenangkan, relevan, dan menyentuh kebutuhan masyarakat agar semakin banyak yang tertarik hadir.

Di Tengah Sulitnya Ekonomi, Jangan Putus Asa

Kajian juga menyentuh persoalan yang sangat dekat dengan kehidupan umat hari ini tentang kesulitan ekonomi. Pesannya sederhana namun kuat, dimana jamaah  diajak untuk selalu semangat.

“Jangan menyerah pada keadaan.” Tandasnya.

Ia kemudian menjelaskan tentang firman Allah SWT yang memerintahkan manusia untuk mengonsumsi yang halal dan baik sebagaimana firman-Nya dalam QS. Al-Baqarah: 168. Sementara dalam QS. An-Najm: 39 ditegaskan bahwa manusia memperoleh apa yang diusahakannya.

“Ikhtiar tidak boleh berhenti.” Katanya.

Dicontohkan bagaimana semangat seperti Nabi Ismail—tetap bergerak, tetap mencari jalan, tetap yakin akan pertolongan Allah. Terkadang rezeki datang dari arah yang tak disangka. Hari ini mungkin dari satu pekerjaan, besok bisa hadir dari pintu lain.

“Seperti seseorang yang awalnya sederhana, kemudian menemukan peluang baru melalui keterampilan, usaha kecil, atau bahkan dari kemampuan yang selama ini dianggap biasa.” Ungkapnya.

Empat Jalan Menjemput Rezeki

Di tengah sempitnya keadaan, umat diajak untuk tetap optimis karena Allah membuka banyak pintu rezeki:

Pertama, Ikhtiar: Rezeki harus dijemput dengan usaha. Bergerak, bekerja, belajar keterampilan, dan tidak malas menjemput peluang.

Kedua, Doa: Allah berfirman, yang artinya “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku kabulkan untukmu.”

“Kadang manusia terlalu sibuk bekerja, namun lupa mengetuk pintu langit.” Tandasnya.

Ketiga, Istighfar: Sebagaimana dalam QS. Nuh ayat 10–12, istighfar dapat menjadi sebab turunnya keberkahan, kelapangan rezeki, dan kemudahan hidup.

Keempat, Sedekah: Sedekah tidak selalu tentang uang. Bisa tenaga, pikiran, waktu, bahkan senyuman dan tenaga membantu kegiatan dakwah.

Sebagaimana QS. Al-Baqarah: 261 menggambarkan bahwa satu kebaikan bisa dilipatgandakan menjadi ratusan keberkahan.

Pertanyaannya bukan lagi, “Berapa besar sedekah kita?” tetapi: “Berapa persen dari nikmat Allah yang sudah kita sisihkan untuk sesama?”

Menjadikan Pengajian Sebagai Sumber Harapan

Kajian keliling Ranting Darmo bukan hanya tentang mendengar ceramah, tetapi tentang merawat optimisme umat. Bahwa di tengah ekonomi yang sulit, tantangan keluarga, dan kesibukan dunia—masih ada ruang untuk saling menguatkan.

Karena sejatinya, pengajian adalah tempat hati diisi harapan, ilmu ditanamkan, dan silaturahim dipererat.

“Mari hidupkan ranting dengan pengajian. Mari hidupkan pengajian dengan kehadiran. Dan mari hadir bukan sekadar duduk, tetapi untuk meraih taman-taman surga.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Hangatkan Ukhuwah Siswa, Tahfidz Camp Smamita Padukan Outbond Alam dan Malam Kebersamaan

Batu, Liputanmu - Kegiatan Tahfidz Camp yang diselenggarakan SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) menghadirkan pengalaman belajar yang tak hanya...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img