Thursday, October 15, 2026
Thursday, October 15, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Kwarpus Apresiasi Buku Jejak Sejarah HW Jawa Timur, Dorong Kwarwil Se-Indonesia Menulis Sejarah

Must Read

Lampung, liputanmu — Ketua Kwartir Pusat (Kwarpus) Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan yang membidangi Pustaka dan Literasi, Heryanti Alamsyah, menyampaikan apresiasi tinggi atas terbitnya buku Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur 2000–2025 karya Fathurrahim Syuhadi.

Apresiasi tersebut disampaikan di sela-sela penutupan Tanwir 1 Hizbul Wathan yang berlangsung di UM Metro, Lampung, pada Sabtu (10/10/2026). Menurut Heryanti, kehadiran buku ini merupakan tonggak penting dalam mendokumentasikan seperempat abad perjalanan sejarah, perjuangan, serta kontribusi nyata Hizbul Wathan (HW) di Jawa Timur.

“Saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas terbitnya buku sejarah Jawa Timur. Kehadiran buku ini merupakan langkah penting dalam mendokumentasikan perjalanan sejarah, perjuangan, dan kontribusi organisasi dari masa ke masa.” Ujar Heryanti.

Ia menegaskan bahwa buku sejarah bukan sekadar himpunan catatan peristiwa masa lalu. Lebih dari itu, karya dokumenter adalah warisan berharga yang berfungsi sebagai sumber pembelajaran, pemantik inspirasi, sekaligus penguat identitas organisasi bagi para kader generasi penerus.

Dorong Kwarwil Lain Himpun Arsip dan Kesaksian Tokoh

Berangkat dari momentum tersebut, Heryanti berharap terbitnya buku ini dapat menjadi pemantik semangat sekaligus inspirasi bagi seluruh Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan di Indonesia. Ia mengimbau setiap Kwarwil untuk mulai aktif menggali, menghimpun, mendokumentasikan, dan menuangkan sejarah perjuangan HW di wilayah masing-masing ke dalam bentuk tulisan.

“Setiap daerah tentu memiliki kisah perjuangan, tokoh-tokoh inspiratif, dinamika organisasi, serta pengalaman berharga yang layak diabadikan. Jangan sampai sejarah yang dibangun dengan penuh pengorbanan oleh para pendahulu kita hilang begitu saja karena tidak terdokumentasi dengan baik.” Pesannya.

Guna mewujudkan hal tersebut, penulisan sejarah organisasi perlu didukung oleh sumber-sumber yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan. Kwartir di setiap tingkatan didorong untuk mulai mengumpulkan arsip fisik maupun digital, foto kegiatan, dokumen resmi organisasi, hingga mewawancarai langsung para sesepuh, kader, pelatih, serta pelaku sejarah lokal.

Pelibatan para tokoh senior yang mengetahui persis dinamika organisasi di daerah dinilai krusial agar narasi yang terbangun tidak hanya merekam tanggal dan tempat, tetapi juga menangkap nilai perjuangan, keteladanan, serta filosofi pengabdian para pendahulu.

Perkuat Budaya Literasi dan Merawat Ingatan Kolektif

Sebagai bagian dari Kwarpus HW, Heryanti berharap gerakan penulisan sejarah ini dapat tumbuh secara masif dan terintegrasi, memperkuat budaya literasi, serta menjaga kesinambungan nilai-nilai luhur organisasi. Dokumentasi yang baik diyakini memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran historis generasi muda mengenai akar organisasi dan tokoh-tokoh berjasa.

“Sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga untuk dipelajari, diteladani, dan diwariskan.” Tegasnya.

Buku Jejak Sejarah Hizbul Wathan Jawa Timur 2000–2025 sendiri hadir untuk merekam dinamika kebangkitan dan perkembangan HW di Jawa Timur selama 25 tahun terakhir. Karya ini diharapkan tidak hanya menjadi rujukan internal bagi pimpinan dan kader dalam mengevaluasi serta merumuskan strategi pengembangan ke depan, tetapi juga memperkaya khazanah literasi kepanduan nasional.

“Dengan mendokumentasikan sejarah, kita tidak hanya menjaga ingatan tentang masa lalu, tetapi juga menyiapkan fondasi yang kuat bagi masa depan Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan.” Pungkasnya.

Menutup arahannya, Heryanti mengajak seluruh keluarga besar Hizbul Wathan untuk menjadikan tradisi literasi sebagai napas gerakan organisasi—sebuah ikhtiar nyata untuk merawat ingatan kolektif, menghormati pengabdian para pendahulu, dan mewariskan estafet perjuangan kepada generasi masa depan: Fastabiqul khairat, salam Hizbul Wathan!

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Kolaborasi Spempat dan Smamga, Matangkan Program Boarding School di Muhammadiyah Tahfidz Center (MTC) Spempat Gadung Surabaya

Surabaya, liputanmu— Terus berkemajuan dan mencerahkan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo terus menggencarkan penguatan program holding sekolah untuk menghadirkan...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img