Surabaya, liputanmu – Gemuruh tepuk tangan penonton di Grand City Mall Surabaya mengiringi akhir penampilan tim kolintang Sekolah Qur’anic and Internasional Insight SD Muhammadiyah 6 Gadung Surabaya (SD Musix) dalam ajang Parade Musik Kolintang 2026. Ahad (07/06/2026).
Di balik harmoni nada yang memukau tersebut, tersimpan cerita perjuangan dan keharuan dari para siswa serta orang tua wali murid yang mendampingi.
Salah satu momen emosional dirasakan oleh Ika May Puspitasari, wali murid dari Ramsha Shaquilla Nabila Adistyansyah. Ramsha yang biasanya tampil berkelompok dalam tim nasyid sekolah, kali ini mendapatkan tantangan besar dari tim pelatih untuk tampil solo sebagai vokalis utama pengiring musik kolintang.
Melawan Gugup di Panggung Besar
Tampil sendirian di hadapan publik luas dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 tentu bukan perkara mudah bagi seorang siswa sekolah dasar. Ika mengaku sempat diselimuti rasa waswas dan gugup melihat putri tercintanya berdiri di tengah panggung.
“MasyaAllah, syukur alhamdulillah kami sangat senang sekaligus terharu. Ini adalah pengalaman pertamanya menyanyi sendiri secara solo. Sebagai orang tua, saya terus memompa semangatnya karena ini adalah kesempatan emas yang sangat baik.” Ungkap Ika dengan raut wajah bangga.
Berkat pendampingan yang telaten dari pihak sekolah serta tim pelatih (coach dan assistant coach), rasa gugup Ramsha berhasil luruh. Penampilan solonya berjalan dengan sangat lancar dan sukses mengimbangi ketukan instrumental teman-temannya.
“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada SD Musix serta seluruh tim pelatih atas kesempatan, kepercayaan, dan dukungan luar biasa yang diberikan kepada ananda Ramsha.” Tutur Ika.
Buah Manis Latihan Disiplin
Kesuksesan panggung ini tidak terjadi dalam semalam. Pelatih kolintang SD Musix, Ustadz Syamsul, menyebutkan bahwa anak-anak telah melewati fase gemblengan intensif selama kurang lebih tiga pekan. Latihan rutin yang menguras energi tersebut akhirnya terbayar tuntas dengan penampilan yang solid dan minim kesalahan.
Ajang tahunan yang diinisiasi oleh Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINKAN) Jawa Timur ini pada akhirnya menjadi bukti nyata bahwa ruang kelas tidak hanya berada di dalam sekolah. Panggung apresiasi seperti parade ini menjadi laboratorium mental yang sangat efektif untuk mengasah rasa percaya diri, kemandirian, dan ketangguhan karakter anak sejak dini. (Basirun/Kontributor SD Musix Surabaya).














