Pasuruan, liputanmu— Perhelatan akbar Jambore Pengenal (JAMPANAL) Hizbul Wathan Tahun 2026 mencatatkan sejarah baru. Berdasarkan data terakhir yang dirilis menjelang penutupan pendaftaran pada Rabu malam (15/10/2026) pukul 23.32 WIB, jumlah peserta resmi menembus angka 1.067 orang, dengan antusiasme tinggi yang masih ditunjukkan oleh kontingen yang berdatangan.
JAMPANAL Hizbul Wathan 2026 akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan (Bumper) Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Kwartir Wilayah Hizbul Wathan Jawa Timur pada Rabu–Jum’at, 28–30 Oktober 2026, Desa Kertosari, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan Kabupaten.
Dalam kesempatan tersebut, Ramanda Khusnul Abidin, Sekretaris Kwartir Wilayah (Kwarwil) Hizbul Wathan (HW) Jawa Timur menyampaikan bahwa capaian fantastis ini memecahkan rekor keikutsertaan tahun-tahun sebelumnya, di mana jumlah peserta berhasil melampaui target psikologis 1.000 orang.
“Subhanallah, walhamdulillah, laa ilaaha illallah, Allahu Akbar… Tabarakallah. Rekor! Jampanal Tahun 2026 tembus 1.000 peserta.” Ungkap Ramanda Abidin, menyambut penuh syukur pencapaian luar biasa tersebut.
Antusiasme Tinggi hingga Detik Akhir Pendaftaran
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Kwarwil HW Jatim, Ramanda Abdur Rohim mengungkapkan bahwa menjelang batas akhir penutupan pendaftaran pada pukul 00.00 WIB, suasana posko panitia terpantau sangat dinamis.
“Panitia mencatat, hingga detik-detik penutupan, kami masih menunggu kedatangan konfirmasi data susulan serta kehadiran 3 regu tambahan dari wilayah Ponorogo yang antusias ingin ambil bagian.” Tuturnya.
Kendati jumlah peserta membludak, panitia memastikan bahwa seluruh jajaran telah siap secara mental, fisik, maupun teknis untuk melayani dan memfasilitasi seluruh kontingen yang hadir di bumi perkemahan.
Momentum Kebangkitan Hizbul Wathan dan Generasi Muda
Tembusnya 1.000 peserta ini menjadi bukti nyata tingginya semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan jiwa korsa di kalangan peserta JAMPANAL 2026. Ke depannya, rekor ini diharapkan tidak hanya menjadi angka statistik semata, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan antar-peserta serta mencetak generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berkarakter. (Humas/Gus).














