Bandung, liputanmu— Peningkatan mutu pendidikan tinggi sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia (SDM), baik dari unsur dosen maupun tenaga kependidikan. Memahami urgensi tersebut, Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Bandung (UM Bandung) sukses menyelenggarakan agenda Kajian Pembinaan Bulanan. Jumat (16/10/2026).
Diikuti oleh seluruh jajaran dosen dan tenaga kependidikan, kegiatan ini diposisikan sebagai wadah penguatan kapasitas (capacity building) yang mencakup aspek akademik sekaligus spiritual. Dr. Supala, M.Ag., selaku Koordinator Kajian, merancang agenda ini sebagai ruang refleksi metodologis guna merespons dinamika pengajaran yang kian berkembang di era digital.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Hernawati, M.Pd., mengupas secara komprehensif mengenai penerapan strategi pembelajaran transformatif. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pendekatan transformatif menuntut para pendidik untuk mampu menciptakan ruang dialogis, memicu refleksi kritis, serta memfasilitasi mahasiswa agar tumbuh menjadi pembelajar mandiri yang berdaya saing.
Sementara itu, Wakil Dekan FAI, Dr. Yudi Daryadi, M.Ag., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme dan keikutsertaan seluruh elemen fakultas. Menurutnya, keselarasan visi pengajaran dan prima-nya pelayanan administrasi adalah fondasi utama.
“Keselarasan antara visi pengajaran dosen di dalam kelas dan prima-nya pelayanan administrasi dari tenaga kependidikan merupakan fondasi utama dalam menciptakan atmosfer akademik yang transformatif.” Ujarnya.
Pada sesi diskusi, Dr. Supala, M.Ag., turut memperkaya substansi materi dengan memasukkan perspektif Islam ke dalam kerangka pembelajaran transformatif. Ia mengungkapkan bahwa metode pengajaran Rasulullah SAW, yang senantiasa sarat dengan nilai kasih sayang (rahmah), keteladanan (uswah), serta dialog kritis (mushawarah), merupakan bentuk purwarupa pembelajaran transformatif yang sangat relevan untuk diimplementasikan di era modern saat ini.
Menutup rangkaian acara, Dekan FAI, Cecep Taufikkurahman, Ph.D., menegaskan komitmen institusi untuk terus merawat dan menjadikan Kajian Pembinaan Bulanan sebagai tradisi akademik yang konstruktif. Langkah ini diharapkan mampu mengakselerasi pencapaian keunggulan mutu pembelajaran di lingkungan Fakultas Agama Islam UM Bandung. (Humas/FRS).














