Tokyo, liputanmu – Mengambil langkah strategis dalam perluasan wawasan global, Sekolah Berbasis Pesantren, Boarding School SMP Muhammadiyah 4 (Spempat) Gadung Surabaya sukses menggelar kunjungan diplomatik dan edukatif, Benchmarking Internasional ke Tokyo, Jepang. Dalam rilisnya Senin (08/12/2025).
Kegiatan tersebut tidak sekadar kunjungan biasa, agenda ini membawa misi menyerap etos kerja disiplin khas Jepang sekaligus mempererat ukhuwah pendidikan di Negeri Sakura.
Rombongan Sekolah mengawali kegiatan dengan kunjungan resmi ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jepang. Mereka disambut hangat oleh pihak kedutaan dan membuka ruang diskusi bermakna mengenai peta perkembangan pelajar Indonesia di Jepang serta peluang kolaborasi lintas negara yang dapat dioptimalkan oleh lembaga pendidikan di tanah air.
Perjalanan berlanjut ke Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT). Di sinilah pertukaran budaya pendidikan terjadi. SRIT melayani putra-putri diaspora Indonesia, yang memberikan pengalaman unik. Meski jumlah siswanya terbatas, sekitar 140 orang, Sekolah ini menjadi oase pendidikan karakter yang memukau.
Nilai kedisiplinan, sopan santun, dan penghormatan kepada yang lebih tua tertanam kuat, berpadu harmonis dengan fasilitas keagamaan seperti Masjid yang menjadi pusat aktivitas siswa muslim di sana.
Pertemuan dua lembaga pendidikan ini menghasilkan gagasan yang saling menguatkan. Plt Kepala Sekolah Republik Indonesia Tokyo, Amzul Rifin, secara terbuka menyatakan kekagumannya terhadap kultur religius yang dibawa oleh rombongan tamu.
”Tentunya kami juga akan mengadopsi nilai-nilai religius yang sudah baik di SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Murid kami memang sebagian besar orang Indonesia, sehingga tidak asing dengan ajaran Islam yang diterapkan di sana.” Ujar Amzul.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Ustadzah Laili Rahmi, S.Pd., mengaku terkesima dengan atmosfer pendidikan di Tokyo yang kental dengan semangat juang. Ia menyoroti etos kerja dan ketekunan yang tercermin dari lingkungan sekolah tersebut.
”Semangat pantang menyerah ini yang harus kita bawa sebagai oleh-oleh untuk mengembangkan sekolah Muhammadiyah di Surabaya.” Tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sebagai simbol pengikat persahabatan, kunjungan diakhiri dengan momen istimewa. Laili Rahmi menyerahkan buah tangan berupa buku literasi karya orisinal guru dan siswa SMP Muhammadiyah 4 Surabaya.
“Buku yang disusun dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ini, menjadi bukti nyata produktivitas literasi Sekolah yang kini gaungnya telah sampai ke Tokyo.” Tandasnya.
“Kunjungan ini diharapkan menjadi gerbang pembuka bagi kerja sama internasional yang lebih intensif di masa depan.” Pungkasnya. (Taufiqurrahman).














