Surabaya, liputanmu – Konsolidasi santai ala Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, dari secangkir kopi di warung kopi yang harganya merakyat menjadi saksi menggapai mimpi, yang sering disebut ngopi; ngolah pikir. Terkadang mancing, kadang-kadang juga hiking di puncak gunung untuk Tadabbur Alam sambil diskusi.
Kali ini dengan ngopi, Wakil Ketua Bapak Djumadi yang membidangi pembinaan organisasi otonom Muhammadiyah (Ortom)dan Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Sekretaris PCM Wonokromo, mulai diskusi keluhan kader, cari solusi, dan tentukan langkah implementasi. Ahad (04/01/2026).
“Ya beginilah, kami berdiskusi mencari solusi, untuk pergerakan dan dakwah Muhammadiyah di lingkungan Wonokromo. Kali ini kita diskusikan tentang pentingnya kaderisasi.” Ujar Djumadi Wakil Ketua PCM Wonokromo yang membidangi pembinaan Ortom ini.
Sementara itu, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Sekretaris PCM Wonokromo menyampaikan bahwa konsolidasi di lingkungan Muhammadiyah Wonokromo sudah berjalan baik, baik pengembangan Amal Usaha Muhammadiyah, termasuk pembinaan ranting dan ortom.
“PRM se-Wonokromo sudah terbentuk 5 ranting, yakni; Jagir, Jagir Mulyo, Darmo, Wonokromo dan Sawunggaling, kedepannya akan segera dilakukan pemekaran ranting, yaitu PRM Pulo Wonokromo.” Ujarnya Ustadz Salman yang juga menjabat sebagai Sekretaris Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya ini.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa selain PRM, Ortom tingkat cabang sudah terbentuk dan telah melaksanakan Musyawarah Cabang, sekaligus pelantikan, yakni; ‘Aisyiyah, Nasyiatul ‘Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Pelajar Muhammadiyah, Hizbul Wathan, dan Tapak Suci Putera Muhammadiyah.
“Nah, tugas berat berikutnya adalah pembentukan Ortom ditingkat ranting, dimana hari ini yang ada rantingnya adalah Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Wonokromo, yang telah berdiri 3 ranting, yakni; PRA Jagir, Jagir Mulyo dan Wonokromo. PRA Darmo sedang dikonsolidasikan, mudah-mudahan segera bisa dibentuk.” Ungkapnya.
Ustadz Salman juga menegaskan bahwa PCM Wonokromo periode ini sangat terbuka untuk mendiskusikan tentang segala sesuatu yang bermanfaat untuk dakwah Muhammadiyah di lingkungan Wonokromo.
“Monggo, kami terbuka untuk diskusi, terutama Ortom, kalau ada kendala terkait pelaksanaan kegiatan, bisa audiensi ke PCM, kita diskusikan dan carikan solusi atas persoalan yang dihadapi. Jangan sampai ada perasaan takut, kami berharap semua merasa memiliki persyarikatan Muhammadiyah sehingga bisa bersama-sama dalam ini.” Pungkasnya. (Humas/Gus).














