Surabaya, liputanmu – Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo gelar Kajian Rutin Ahad Pagi Pencerah di Masjid Al-Mufidah Ketintang Surabaya. Kajian yang dikomandoi oleh Majelis Tabligh PCM Wonokromo ini, dimana pada Ahad kedua dilaksanakan bergantian di Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) se-Wonokromo, kali ini adalah giliran PRM Wonokromo. Ahad (11/01/2026).
Hadir sebagai pembicara adalah Ustadz Drs. H. A. Mukarram, M.Hum., Alhi Ilmu Falak Majelis Tarjih dan Tajdid (MTT) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, yang juga Dosen di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya.
Mengawali ceramahnya, ia menyampaikan bahwa dirinya serasa nostalgia dengan Masjid Al-Mufidah dan lingkungan sekitar, sebab dirinya dibesarkan bersama tokoh lainnya, bahkan seperti anaknya sendiri oleh salah satu tokoh Muhammadiyah di Ketintang Surabaya.
“Ngapunten, saya ini serasa nostalgia, karena saya dibesarkan disini bersama orang-orang seangkatan yang sekarang menjadi tokoh di Jawa Timur. Saya dianggap seperti anak sendiri oleh salah satu tokoh Muhammadiyah, yang menjadi penggerak di Masjid Al-Mufidah ini.” Ujarnya.
Ia kemudian menyampaikan bahwa materi kali ini yang diberikan adalah tentang Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT), yang tahun ini berlaku efektif berdasarkan hasil Keputusan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.
“Ini adalah hasil Keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang berlaku efektif di tahun ini, tahun 1447 Hijriyah. KHGT adalah hutang peradaban, yang artinya bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang digagas Muhammadiyah adalah upaya untuk melunasi tanggung jawab peradaban Islam, yang belum memiliki sistem kalender tunggal global selama 14 abad. Hal ini yang menjadikan kita sering berbeda waktu ibadah, dan KHGT hadir sebagai solusi penyatuan waktu umat Islam secara ilmiah dan praktis.” Ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa penyatuan kalender Hijriah ini, meskipun tampaknya bersifat teknis dan astronomis, pada hakikatnya mengandung makna simbolik yang sangat dalam.
“Ini mencerminkan kehendak kolektif untuk menghidupkan kembali kesadaran akan kesatuan waktu dan nasib di antara bangsa-bangsa Muslim, serta komitmen bersama untuk memperkuat ikatan keagamaan, budaya, dan sejarah yang menyatukan kita, dari seluruh dunia.” Pungkasnya.
Tak terasa sudah satu jam, Ustadz Mukarram menjelaskan tentang hal yang ada keterkaitan dengan KHGT yang telah ditetapkan oleh Muhammadiyah dalam upaya menyatukan kalender tunggal global. Tanya jawab pun tidak bisa dilakukan karena waktu, dan memang penjelasan yang disampaikan sangat jelas dan menarik. (Humas/Gus).














