Surabaya, liputanmu – Sebanyak 46 siswa TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) 51 Jelidro, Sambikerep, Surabaya mengikuti kegiatan outing class ke Peternakan Sapi Randupadangan, Menganti, Gresik, pada Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas A dan B dengan pendampingan empat guru. Empat siswa lainnya tidak dapat bergabung karena sakit.
Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama di Sekolah sebelum keberangkatan. Anak-anak kemudian berangkat menuju lokasi menggunakan kereta kelinci atau odong-odong, kendaraan terbuka yang menjadi favorit mereka.
“Anak-anak lebih suka naik kereta kelinci daripada naik lyn. Kendaraannya terbuka, jadi mereka bisa melihat pemandangan dengan leluasa. Bentuknya unik dan bunyi klaksonnya lucu. Satu kelas juga bisa dalam satu kendaraan.” Ujar Ustadzah Khusnul.
Setibanya di peternakan, rombongan disambut langsung oleh pemilik peternakan, Ustadz Syarif Hidayatullah. Ia memperkenalkan lingkungan peternakan sekaligus memberikan edukasi sederhana tentang cara merawat dan memerah susu sapi.
“Anak-anak pintar sekali. Mereka mendengarkan dengan baik dan banyak bertanya. Rasa ingin tahu mereka tinggi.” Ungkap Syarif.
Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak memberi makan kambing dan sapi, mencoba memerah susu sapi, naik ke punggung sapi, serta menikmati pengalaman naik delman. Setiap anak juga mendapatkan satu botol susu sapi segar sebagai bagian dari edukasi tentang hasil peternakan.
Sebagai pengalaman pertama mengunjungi peternakan sapi perah, reaksi anak-anak pun beragam. Ada yang antusias, ada pula yang sempat takut mendengar suara sapi yang cukup keras.
“Kebetulan ada satu sapi yang suaranya keras, jadi ada anak yang kaget. Luna dari kelas A salah satunya. Ada juga yang merasa geli melihat sapi dari dekat. Tapi mereka tetap semangat, terutama saat memberi makan rumput.” Jelasnya.
Sementara itu, salah satu siswa kelas A, Adeeba, mengaku terkejut saat mendengar suara sapi yang menurutnya seperti teriak-teriak. Meski begitu, ia tetap menikmati kegiatan tersebut.
Kegiatan outing class ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa. Selain belajar mengenal hewan ternak dan proses pemerahan susu, anak-anak juga dilatih untuk berani mencoba hal baru serta belajar langsung dari lingkungan sekitar.
Pihak Sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak. (Anang Dony Irawan).














