Surabaya, liputanmu – Suasana buka puasa di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Muhammadiyah Nyai Walidah sore ini terasa berbeda dan penuh khidmat. Kehadiran rombongan Alumni SMP Mujahidin angkatan 1985 tidak hanya membawa bantuan logistik, tetapi juga sebuah karya seni tinggi yang menjadi simbol penghormatan bagi tokoh Nyai Walidah.
Acara yang berlangsung pada Ahad (01/03/2026) ini menjadi istimewa berkat penyerahan sebuah lukisan kaligrafi kontemporer bertuliskan “Siti Walidah” karya salah satu alumni, Bapak Harun.
Motivasi dari Maestro untuk Anak Bangsa
Bapak Harun, yang dikenal sebagai seniman berprestasi, memberikan motivasi langsung kepada para anak asuh. Ia pun berbagi pengalaman membanggakan saat terpilih sebagai salah satu finalis pameran lukisan internasional mewakili Indonesia di India.
“Seni adalah cara kita menunjukkan perhatian dan keindahan. Melalui kaligrafi nama tokoh besar Siti Walidah ini, saya ingin anak-anak di sini merasa bangga dan terinspirasi untuk terus mengejar prestasi, bahkan hingga ke mancanegara,” tuturnya saat menyerahkan karyanya.
Kehadiran sosok seniman internasional ini memberikan kesan mendalam bagi para penghuni panti. Ananda Saskia, salah satu anak asuh, mengaku sangat terkesan dengan apresiasi yang diberikan. “Bukan hanya makanan dan santunan, tapi kami diberi semangat dan karya yang sangat bagus,” ungkapnya.
Simbol Kebanggaan LKSA
Lukisan tersebut diterima langsung secara simbolis oleh istri Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Krembangan, Ibu Siti Shofiah. Ia menyampaikan rasa terima kasih dan kekagumannya atas dedikasi para alumni SMP Mujahidin 1985.
“Kami sangat terharu. Lukisan ini bukan sekadar pajangan, tetapi ikon yang mewakili identitas lembaga kami. Kenang-kenangan ini akan terus terpampang di LKSA Muhammadiyah Nyai Walidah sebagai pengingat akan silaturahmi yang indah ini,” ujarnya.
Menutup Hari dengan Kehangatan
Kegiatan yang penuh keakraban ini ditutup dengan sesi buka puasa bersama. Seluruh alumni, pengurus, dan anak asuh kemudian melaksanakan shalat Maghrib berjamaah, memperkuat ikatan spiritual di hari pertama bulan Ramadan ini. (Fitria Leliana/hil_qoir)














