Surabaya, liputanmu – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur bersama SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) terus meneguhkan komitmen internasionalisasi pendidikan melalui Program Sister City ke Tiongkok. Salah satu agenda strategis dalam rangkaian kunjungan tersebut adalah kunjungan resmi ke Guangzhou Development Zone Foreign Language School, Selasa (14/4/2026).
Kunjungan ke sekolah internasional terkemuka yang berada di Guangzhou ini menjadi momentum penting dalam penguatan diplomasi pendidikan sekaligus eksplorasi praktik pembelajaran abad ke-21. Delegasi PWM Jawa Timur dan Smamita disambut hangat oleh perwakilan Dinas Pendidikan Guangzhou, di antaranya Ms. Xie Fengbo, serta Wakil Kepala Sekolah GDZ Foreign Language School, Mr. Wu Xun.
Suasana penyambutan terasa unik dan futuristik ketika seorang robot humanoid berjalan mendekati Direktur Smamita, Edwin Yogi Laayrananta, MIKom. Robot tersebut mengajak berjabat tangan dan melambaikan tangan kepada rombongan delegasi, menjadi simbol nyata integrasi teknologi dalam ekosistem pendidikan di sekolah tersebut.
Kehadiran robot humanoid tersebut mencerminkan komitmen sekolah dalam memanfaatkan teknologi sebagai bagian dari pembelajaran dan budaya sekolah. Guangzhou Development Zone Foreign Language School sendiri memiliki sejarah panjang sejak berdiri pada 1958 dan secara resmi menggunakan nama yang sekarang pada tahun 2017.
Pada tahun 2023, sekolah ini ditetapkan sebagai sekolah internasional dengan fokus pada penguasaan bahasa asing, pengembangan seni dan olahraga, serta pendidikan berbasis asrama. GDZ Foreign Language School juga mengelola jenjang pendidikan lengkap mulai dari Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Atas.
Salah satu hal yang menarik perhatian rombongan adalah tingkat fokus dan kedisiplinan siswa yang tetap terjaga meskipun pembelajaran berlangsung di kelas terbuka dan diamati langsung oleh para tamu. Hal ini tidak lepas dari kuatnya sistem pendidikan karakter yang diterapkan sekolah.
Nilai-nilai karakter tersebut ditanamkan melalui pembiasaan kutipan filsuf-filsuf Tiongkok kuno yang diperdengarkan secara rutin, serta visualisasi nilai kebijaksanaan dalam bentuk kaligrafi yang terpampang di berbagai sudut sekolah. Lingkungan ini membentuk budaya belajar yang disiplin, fokus, dan penuh penghargaan terhadap nilai-nilai moral.
Puncak kunjungan ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara SMA Muhammadiyah 1 Taman dan Guangzhou Development Zone Foreign Language School. Kesepakatan ini mencakup peluang kolaborasi dalam bidang pertukaran pelajar dan guru, pengembangan kurikulum global, pembelajaran bahasa asing, serta penguatan pendidikan karakter berbasis nilai universal.
Direktur Smamita, Edwin Yogi Laayrananta, MIKom, menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperluas wawasan global warga sekolah.
āKerja sama ini bukan hanya tentang pertukaran program, tetapi juga pertukaran nilai, budaya, dan cara pandang dalam membangun pendidikan masa depan. Kami belajar bahwa kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan penguatan karakter dan perencanaan pendidikan yang konsisten,ā ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengalaman langsung melihat sistem pendidikan di Guangzhou menjadi inspirasi penting bagi Smamita dalam menguatkan visi Global Insight yang berlandaskan nilai keislaman, kemanusiaan, dan kemajuan peradaban.
Melalui Program Sister City ini, dan PWM Jawa Timur dan Smamita berharap kolaborasi internasional yang terjalin dapat menjadi jembatan lahirnya generasi pelajar yang berdaya saing global, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan dunia yang terus berubah. (Nashiiruddin)














