Surabaya, liputanmu— Terus berkemajuan dan mencerahkan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo menegaskan komitmennya untuk terus menjalankan amanah organisasi secara profesional dan akuntabel di lingkungan Muhammadiyah Wonokromo. Rabu (30/09/2026).
Salah satu wujud nyata dari komitmen berorganisasi tersebut ditunjukkan melalui keikutsertaan PCM Wonokromo yang ketiga kalinya dalam ajang Cabang Ranting Masjid (CRM) Awards Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCR-PM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Ir. Lukman Rahim, Ketua PCM Wonokromo, menyampaikan bahwa partisipasi dalam CRM Awards Tahun 2026, bukan sekadar mengejar gelar juara, melainkan sebagai tolok ukur evaluasi internal dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
“Fokus utama kepengurusan tertuju pada pembinaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM), penguatan Organisasi Otonom (Ortom), pemantapan perkaderan, serta pengembangan dan pembinaan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di wilayah Wonokromo.” Tutur Ustadz Lukman, panggilan akrabnya.
Selain penguatan kelembagaan, lanjutnya, PCM Wonokromo juga menaruh perhatian serius pada tata kelola dan penyelesaian legalitas administrasi aset-aset Muhammadiyah yang berada di wilayah Wonokromo.
“Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh aset persyarikatan terinventarisasi dan terlindungi dengan baik.” Tegasnya.
Di bidang kemandirian organisasi, PCM Wonokromo terus memacu pengembangan sektor ekonomi, baik di tingkat cabang maupun ranting. Penguatan basis ekonomi ini diharapkan mampu menjadi penopang utama keberlanjutan program-program dakwah dan pelayanan sosial Muhammadiyah kepada masyarakat Wonokromo.
“Konco Kopimu brand kopi milik PCM Wonokromo, terus dikembangkan, termasuk distributor air minum Suli5, menjadi bagian dari penguatan ekonomi berbasis pemberdayaan ranting dan anggota.” Pungkasnya.
Melalui langkah-langkah strategis ini, PCM Wonokromo optimistis dapat terus merawat amanah persyarikatan dan menghidupkan denyut gerakan Muhammadiyah hingga ke tingkat akar rumput. (Humas/Gus).














