Mojokerto, liputanmu — Pembelajaran tidak selalu harus dibatasi oleh dinding kelas. Rabu (14/10/2026), rombongan murid kelas 8 Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 Pucang (Spemma) Surabaya keluar dari rutinitas sekolah menuju Kampung Mojopahit, Mojokerto. Melalui agenda Kegiatan Tengah Semester (KTS), mereka hadir untuk menyapa alam dan menimba pengalaman secara langsung.
Kegiatan diawali dengan eksplorasi di kebun kakao. Para murid diajak menyusuri proses perjalanan sebutir biji cokelat, mulai dari buah yang bergantung di dahan, proses pengolahan yang teliti, hingga menjadi sajian lezat yang akrab sehari-hari.
Suasana semakin interaktif ketika para murid berkesempatan mencetak olahan cokelat mereka sendiri sekaligus mencicipinya. Aktivitas ini memberikan pemahaman mendalam bahwa kekayaan alam dapat bernilai tinggi jika diolah dengan ilmu dan ketelitian. Teori yang selama ini dipelajari dari buku teks kini terwujud nyata, dapat disentuh, dirasakan, dan dipahami langsung. Hal ini disampaikan oleh Ustadzah Atika Ratnasari, S.Pd., guru Matematika sekaligus Wali Kelas 8G di SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya.
“Pengalaman ini merupakan bentuk nyata dari deep learning, yakni pembelajaran mendalam yang tak hanya menyasar ingatan, tetapi mengendap di dalam benak agar murid mampu menyambungkan pelajaran dengan realitas kehidupan.” Ujar Ustadzah Atika, panggilan akrabnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keseruan berlanjut pada siang hari. Selain belajar, para murid mengikuti fun games untuk melatih komunikasi dan kerja sama tim. Tantangan flying fox juga dihadirkan guna menguji keberanian, mengajarkan cara menaklukkan keraguan, serta melangkah melampaui batas diri secara aman.
“Melalui KTS ini, Spemma Pucang Surabaya menegaskan komitmennya bahwa dunia luar adalah ruang kelas tanpa batas. Pendidikan yang berkesan bukan tentang seberapa banyak hafalan, melainkan bagaimana setiap proses dirasakan, diresapi, dan dimaknai.” Tandas Ustadzah Atika.
Dari Kampung Mojopahit, para murid pulang tidak hanya dengan membawa cerita, tetapi juga benih rasa ingin tahu dan karakter tangguh yang terus bertumbuh. (Atika).














