Wednesday, October 21, 2026
Wednesday, October 21, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Bukan Sekadar Praktik Mengajar! 5 Mahasiswa PLP Pamit dari SMK MUDISA, Bawa Pulang Pengalaman dan Kenangan Tak Terlupakan

Must Read

Surabaya, liputanmu – Setiap pertemuan pasti menghadirkan pengalaman, dan setiap perpisahan selalu meninggalkan kenangan. Lima mahasiswa Program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA) resmi mengakhiri kegiatan praktik mereka setelah mendapatkan pengalaman berharga di dunia pendidikan. Penjemputan mahasiswa oleh dosen pembimbing dilaksanakan pada Senin (19/10/2026), bertempat di Ruang Kepala Sekolah SMK MUDISA.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat makna. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMK MUDISA, Ustadz Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., dosen pembimbing dari Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA), Ustadz Dr. Azhari, M.Pd., para guru pamong, serta lima mahasiswa peserta PLP.

Momen ini bukan sekadar penjemputan mahasiswa setelah menyelesaikan praktik lapangan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas proses belajar, perjuangan, tantangan, dan pengalaman mahasiswa ketika berhadapan langsung dengan realitas dunia pendidikan.

Dr. Azhari: Mengajar Bukan Sekadar Menyampaikan Materi

Dalam arahannya, Ustadz Dr. Azhari, M.Pd. menekankan bahwa pengalaman PLP merupakan bagian penting dalam proses transformasi mahasiswa menjadi calon guru profesional.

Menurutnya, teori yang diperoleh di bangku kuliah perlu dibuktikan melalui praktik nyata di sekolah. Mahasiswa harus belajar menyusun perencanaan pembelajaran, memilih metode dan media yang tepat, mengelola kelas, serta memahami karakter peserta didik yang beragam.

Pembelajaran yang baik bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang berhasil disampaikan, tetapi juga tentang seberapa jauh siswa memahami dan memperoleh manfaat dari materi tersebut.

Karena itu, mahasiswa perlu melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Apabila pembelajaran belum menarik atau siswa belum memahami materi, calon guru harus berani memperbaiki strategi, metode, dan pendekatan yang digunakan.

Ustadz Dr. Azhari juga mengingatkan pentingnya profesionalisme dan tanggung jawab dalam menjalankan amanah sebagai pendidik.

“Ketika sudah diberikan amanah untuk mengajar, laksanakanlah dengan sungguh-sungguh, profesional, dan penuh tanggung jawab. Jangan bekerja setengah-setengah. Kepercayaan harus dijaga melalui keseriusan dan kualitas kerja.” Ungkapnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan sekolah dan guru pamong yang telah memberikan ruang belajar, pendampingan, serta pengalaman langsung kepada mahasiswa selama menjalani PLP.

Irvandy Andriansyah: Guru Hebat Harus Mampu Membuat Pembelajaran Bermakna

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Kepala SMK MUDISA, Ustadz Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., menjelaskan bahwa praktik lapangan merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mengenali tantangan nyata dalam profesi guru.

Menurutnya, menjadi guru tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Seorang pendidik juga harus memiliki kedisiplinan, kesabaran, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, dan kecakapan dalam menghadapi beragam karakter siswa.

Mahasiswa perlu memahami bahwa setiap peserta didik memiliki keunikan. Ada siswa yang cepat memahami materi, ada yang membutuhkan pendampingan lebih intensif, dan ada pula yang lebih mudah belajar melalui permainan, praktik, diskusi, maupun media visual.

Oleh sebab itu, guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang menarik, tidak monoton, dan bermakna bagi peserta didik.

“Menjadi guru bukan sekadar berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi. Guru harus mampu membuat siswa memahami apa yang dipelajari, merasa nyaman dalam proses pembelajaran, serta memperoleh manfaat dari ilmu yang diberikan.” Pesan utama Ustadz Irvandy yang relevan dengan evaluasi kegiatan PLP tersebut.

Ustadz Irvandy juga menekankan bahwa amanah harus dijalankan dengan totalitas. Kebiasaan disiplin, mempersiapkan pembelajaran dengan baik, menghargai waktu, dan bertanggung jawab perlu dibangun sejak mahasiswa masih menjalani praktik.

Ia berharap pengalaman di SMK MUDISA menjadi bekal bagi kelima mahasiswa untuk terus berkembang, baik ketika kelak menjadi guru maupun saat menekuni bidang profesi lainnya.

Suara Siswa: Belajarnya Seru, Bahasanya Mudah Dipahami!

Salah satu bagian paling menarik dalam evaluasi PLP adalah ketika siswa turut menyampaikan kesan mereka selama mengikuti pembelajaran bersama mahasiswa praktikan.

Sejumlah siswa mengungkapkan bahwa pembelajaran terasa menyenangkan karena para mahasiswa mampu menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan menyisipkan permainan dalam kegiatan belajar.

Salah satu siswa menceritakan bahwa penjelasan Kak Gaby membuat materi terasa lebih mudah dimengerti. Siswa juga menyebut Kak Ipan dan mahasiswa praktikan lainnya sebagai sosok yang asyik dan mampu menghadirkan suasana kelas yang seru.

“Bahasanya juga mudah dimengerti. Kalau dijelaskan sama Kak Gaby, rasanya langsung paham. Terus sama Kak Ipan juga asyik banget. Jadi nggak belajar terus, ada permainannya juga. Nggak monoton, seru banget!” Ungkapnya.

Kesaksian sederhana tersebut menjadi gambaran bahwa kreativitas dalam pembelajaran dapat meninggalkan kesan positif bagi siswa.

Bagi mahasiswa praktikan, tanggapan siswa bukan hanya bentuk apresiasi, melainkan juga bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas mengajar. Sebab, keberhasilan pembelajaran tidak semata-mata diukur dari tersampaikannya materi, tetapi juga dari pengalaman dan pemahaman yang diperoleh siswa.

Bukan Hanya Mengajar, Mahasiswa Juga Belajar dari Siswa

Dalam sesi kesan dan pesan, salah satu mahasiswa PLP mengungkapkan rasa terima kasih karena telah diterima dengan baik oleh keluarga besar SMK MUDISA.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Kepala Sekolah, Bapak dan Ibu guru, serta secara khusus kepada guru pamong, Ustadzah Risma, atas bimbingan dan arahan yang diberikan selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, pengalaman di sekolah telah mengajarkan banyak hal, mulai dari kesopanan, kedisiplinan, cara berkomunikasi, hingga bagaimana menghadapi siswa dengan karakter yang berbeda-beda.

Pengalaman bersama siswa kelas X, khususnya kelas TK 3, menjadi kenangan tersendiri. Ia tidak hanya belajar menyampaikan materi, tetapi juga memahami karakter siswa, membangun kedekatan, dan mencari pendekatan yang tepat dalam menghadapi situasi pembelajaran.

“Bukan hanya saya yang mengajar mereka, tetapi saya juga banyak belajar dari mereka. Saya belajar memahami karakter setiap anak, bagaimana berkomunikasi dengan mereka, dan bagaimana menghadapi situasi yang berbeda-beda. Pengalaman ini benar-benar membekas dan tidak terlupakan.” Ungkapnya dalam sesi refleksi.

Ia berharap Ustadzah Risma dan seluruh siswa senantiasa diberikan kesehatan serta berharap suatu saat dapat kembali bertemu dalam kesempatan yang berbeda.

PLP Berakhir, Semangat Menjadi Guru Profesional Terus Menyala

Penjemputan lima mahasiswa PLP di SMK MUDISA menjadi pengingat bahwa proses menjadi guru tidak berhenti ketika praktik lapangan selesai. Justru, pengalaman tersebut merupakan awal dari perjalanan panjang untuk terus belajar, beradaptasi, dan memperbaiki diri.

Dari ruang kelas, mahasiswa belajar bahwa setiap anak memiliki karakter unik. Dari guru pamong, mereka belajar tentang pengalaman dan keteladanan. Dari pimpinan sekolah, mereka memperoleh gambaran tentang tanggung jawab dan profesionalisme. Sementara dari siswa, mereka belajar bahwa pembelajaran yang menyenangkan dapat menciptakan kenangan yang membekas.

Keluarga besar SMK MUDISA menyampaikan apresiasi atas kebersamaan dan kontribusi lima mahasiswa selama mengikuti program PLP. Semoga pengalaman yang diperoleh menjadi bekal berharga untuk melangkah menuju masa depan.

Lima mahasiswa datang untuk belajar mengajar. Mereka pulang membawa lebih dari sekadar pengalaman praktik: ada pelajaran tentang tanggung jawab, kedisiplinan, ketulusan, dan arti menjadi seorang pendidik.

PLP boleh berakhir, tetapi semangat untuk mencerdaskan generasi bangsa harus terus menyala! SMK MUDISA: Unggul dalam Prestasi, Berakhlakul Karimah, Terampil, Mandiri, dan Berdaya Saing Global. (Irv).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Prodi Informatika UMJT Jalani Akreditasi Lapangan, Asesor Apresiasi Keseriusan Pengelolaan Prodi

Madiun, liputanmu— Program Studi (Prodi) Informatika Fakultas Informatika Teknologi dan Sains (FITS) Universitas Muhammadiyah Jawa Timur (UMJT) resmi menjalani...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img