Sunday, October 25, 2026
Sunday, October 25, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Bikin Haru dan Bangga! Dari 500 Peserta, SMK MUDISA Pulang Bawa Bronze Medal di Kompetisi Coding Isyouth 2026

Must Read

Surabaya, liputanmu – Air mata haru, rasa syukur, dan penuh kebanggaan menjadi gambaran perjuangan siswa SMK Muhammadiyah 1 Surabaya (SMK MUDISA). Setelah melewati proses seleksi, latihan, dan persaingan yang tidak mudah, akhirnya siswa kebanggaan SMK MUDISA berhasil meraih Bronze Medal (Medali Perunggu) dalam ajang Coding iSYOUTH 2026.

Prestasi membanggakan ini diraih dalam rangkaian World Mental Health Day iSYOUTH 2026 yang diselenggarakan pada Ahad (25/10/2026) di Aloft Hotel Pakuwon City, Lantai 9, Surabaya.

Perjalanan menuju podium bukanlah perkara mudah. Dari sekitar 500 peserta yang mengikuti seleksi, siswa SMK MUDISA berhasil menembus jajaran finalis dan menuntaskan perjuangannya dengan membawa pulang medali.

Bukan sekadar medali, ini adalah bukti bahwa kerja keras, semangat pantang menyerah, dan keberanian untuk bermimpi mampu melahirkan prestasi yang membanggakan!

Dari Ratusan Peserta, Akhirnya MUDISA Berhasil Membuktikan Diri

Dua siswa yang mengharumkan nama SMK MUDISA adalah Muhammad Nuril Maulidi dan Satria Rangga Galih Arifin. Keduanya berhasil melewati tahapan seleksi hingga berkompetisi di babak final Coding Innovation Challenge kategori Senior Secondary.

Dalam kompetisi tersebut, mereka mengembangkan aplikasi berbasis bahasa pemrograman Python berjudul: “Membangun Resiliensi Kesehatan Mental dan Dukungan Sebaya untuk Pelajar SMK MUDISA.”

Karya ini mengangkat isu yang sangat dekat dengan kehidupan remaja, yakni kesehatan mental, ketangguhan menghadapi tantangan, serta pentingnya dukungan antarteman di lingkungan sekolah.

Mereka tidak sekadar menyusun baris-baris kode. Mereka belajar mengubah gagasan menjadi inovasi, mengasah kemampuan memecahkan masalah, dan menunjukkan bahwa teknologi dapat digunakan untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Perjuangan itulah yang akhirnya mengantarkan SMK MUDISA meraih medali perunggu. Mungkin bukan medali emas yang dibawa pulang, tetapi ada emas dalam semangat, ketekunan, dan keberanian mereka untuk berjuang sampai akhir!

Guru Pembimbing: Bangga Melihat Perjuangan Anak-anak

Dalam kesempatan tersebut, Ustadz Gani Nur Utomo, selaku guru pembimbing, memberikan apresiasi atas perjuangan kedua siswa yang telah menunjukkan kesungguhan selama proses persiapan hingga babak final.

Menurutnya, keberhasilan ini tidak datang secara instan. Ada proses belajar, latihan, ketekunan, dan semangat pantang menyerah yang menjadi bagian dari perjalanan mereka.

“Saya sangat mengapresiasi perjuangan anak-anak hingga babak final. Mereka berlatih sungguh-sungguh dan pantang menyerah.” Ujarnya.

Medali perunggu yang berhasil diraih menjadi bukti bahwa proses pembelajaran yang disertai pendampingan, kerja keras, dan kemauan untuk terus berkembang dapat menghasilkan pencapaian yang membanggakan.

Bagi seorang guru, melihat anak didiknya berani mencoba, bertahan dalam proses, dan akhirnya meraih prestasi merupakan kebahagiaan tersendiri.

Sebab, keberhasilan pendidikan bukan hanya tentang angka di atas kertas, tetapi juga tentang bagaimana siswa tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, percaya diri, dan berani menghadapi tantangan.

Kepala Sekolah: Perjuangan Anak-anak Membuahkan Hasil

Dalam kesempatan yang sama, Kepala SMK MUDISA, Ustadz Irvandy Andriansyah, S.T., M.T., menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan yang mendalam atas prestasi yang diraih para siswa.

Baginya, medali perunggu ini bukan sekadar simbol kemenangan. Di baliknya terdapat keberanian untuk mencoba, kesungguhan dalam berlatih, ketelitian dalam mengembangkan aplikasi, dan semangat untuk membawa nama baik sekolah.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan bangga. Anak-anak telah berjuang dengan semangat tinggi, ulet, teliti, dan pantang menyerah hingga akhirnya berhasil meraih Bronze Medal. Ini merupakan pencapaian yang luar biasa dan patut kita syukuri bersama.” Tutur Ustadz Irvandy, panggilan akrabnya.

Lebih lanjut, Ustadz Irvandy, yang juga menjabat sebagai Sekertaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kenjeran ini, memberikan penghargaan kepada guru pembimbing yang telah mendampingi siswa selama proses persiapan kompetisi.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gani Nur Utomo selaku guru pembimbing, serta kepada Muhammad Nuril Maulidi dan Satria Rangga Galih Arifin yang telah berjuang membawa nama baik SMK MUDISA. Kalian adalah anak-anak hebat yang telah membuktikan bahwa siswa SMK mampu berinovasi, berkompetisi, dan berprestasi.” Ungkapnya.

Menurutnya, capaian ini harus menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar SMK MUDISA untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat kompetensi digital, dan melahirkan lebih banyak inovator muda.

“Jangan pernah merasa rendah diri menjadi siswa SMK. Teruslah belajar, berkarya, dan berani mencoba. Prestasi ini membuktikan bahwa dengan kesungguhan dan doa, kita mampu melangkah lebih jauh. Medali ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk meraih prestasi yang lebih tinggi.” Tambahnya.

Medali Perunggu, Kebanggaan yang Tak Ternilai

Ada pelajaran berharga dari perjalanan Muhammad Nuril Maulidi dan Satria Rangga Galih Arifin. Bahwa menjadi juara bukan hanya tentang berdiri di podium tertinggi. Menjadi juara juga berarti berani melangkah ketika kesempatan datang, bersedia belajar ketika menghadapi kesulitan, dan tetap berjuang meskipun hasil akhir belum sepenuhnya sesuai harapan.

Medali perunggu ini menjadi bukti bahwa siswa SMK MUDISA memiliki potensi besar untuk berkembang di bidang teknologi sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap persoalan sosial.

Prestasi tersebut juga sejalan dengan semangat sekolah dalam membentuk generasi yang berakhlak karimah, kompeten, mandiri, bertanggung jawab, dan siap bersaing di era digital.

SMK MUDISA terus berupaya membangun pendidikan vokasi yang tidak hanya mengutamakan keterampilan praktik, tetapi juga menanamkan adab, kreativitas, jiwa kewirausahaan, dan semangat untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk Anak-anak Hebat MUDISA, Teruslah Berjuang

Dalam kesempatan tersebut juga, Ustadz Irvandy menyampaikan apresiasi kepada Muhammad Nuril Maulidi dan Satria Rangga Galih Arifin, selamat atas prestasi yang telah diraih. Terima kasih telah berjuang, belajar, dan memberikan kebanggaan bagi sekolah, guru, orang tua, serta seluruh keluarga besar SMK MUDISA.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada guru pembimbing yang telah sabar mendampingi dan menguatkan langkah para siswa hingga mencapai titik ini.

“Hari ini kalian membawa pulang medali perunggu. Namun, sesungguhnya kalian juga membawa pulang pelajaran tentang perjuangan, keberanian, kerja keras, dan arti sebuah ketekunan.” Katanya.

Ustadz Irvandy juga berpesan jangan berhenti bermimpi, jangan lelah belajar, dan Jangan takut menghadapi tantangan. Sebab, masa depan bukan hanya milik mereka yang paling pintar, tetapi juga milik mereka yang mau terus belajar, berani mencoba, dan tidak menyerah ketika menghadapi kesulitan. (Irv).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

PCM Wonokromo: Bukan Sekadar Unggulan, tetapi Menghadirkan Perubahan

Pasuruan, liputanmu— Terus berkemajuan dan mencerahkan, menjadi unggulan bukan semata-mata tentang banyaknya program yang dijalankan, tetapi tentang seberapa besar...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img