Surabaya, liputanmu – Marhaban ya Ramadhan, Kajian Safari Ramadhan Edisi Kedua, yang diselenggarakan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo berjalan dengan penuh Kekhidmatan. Kegiatan ini dilaksanakan pada Ahad, 9 Maret 2025, bertempat di Masjid Syuhada, Komplek Pendidikan Muhammadiyah Gadung.
Hadir sebagai pemateri pada kajian edisi kedua, Ustadz Dr. M. Sholihin Fanani, M.PDSM., Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur sebagai penceramah.
Dalam kajiannya, Ustadz Sholihin menyampaikan pentingnya rasa syukur yang harus selalu diterapkan setiap hari dalam kehidupan kita. Menurutnya, syukur bisa dilakukan melalui tiga hal: fikiran, harta, dan ucapan.
“Salah satu bentuk syukur adalah dengan berinfaq setiap hari, terutama pada waktu Subuh.” Tuturnya.
Ia lantas mengingatkan kepada jamaah yang hadir, untuk tetap istiqomah dalam beramal, berapapun jumlahnya. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya sikap tawadu’, sabar, qona’ah (merasa cukup), dan tawakkal dalam kehidupan.
“Seiring bertambahnya usia, kita seharusnya semakin tawadu’ dan berserah diri kepada Allah, sehingga hidup kita menjadi cukup dan diberkahi.” Tambahnya.
Kemudian, ia juga mengingatkan bahwa manusia diberikan perangkat untuk selalu mengingat Allah, yaitu akal, hati, Rasul, kitab suci, dan hidayah. Sehingga mampu menjalankan segala perintahnya dengan terarah.
“Dengan demikian, tujuan utama puasa adalah agar kita dapat mencapai derajat takwa, sesuai dengan firman Allah “la’allakum tattaqun; agar kalian menjadi orang-orang yang bertakwa, akan menjadi hasil akhir di perjalanan bulan Ramadhan.” Tegasnya.
Selanjutnya, ia menjelaskan tentang empat cara untuk mencapai derajat takwa menurut Rasyid Ridha, yaitu: yang pertama, Tarbiyatul Irodat; Mendidik dan membatasi keinginan, serta tidak mudah marah.
“Kedua, Toriqatul Malaikat; Mengikuti jalur malaikat yang konsisten dalam beribadah, karena doa malaikat selalu diterima oleh Allah.” Tegasnya.
Ketiga, Tarbiyatul Ilahiyah; Semakin mendekatkan diri kepada Allah dengan menjadikan-Nya satu-satunya sembahan dan pelindung.
“Banyak berdoa serta memahami nama-nama Allah yang indah (Asmaul Husna) dan sifat-sifat-Nya.” Tandasnya.
Keempat, Taskiyatun Nafs; Membersihkan hati dari sifat buruk atau kotor.
Menutup ceramahnya, Ustadz Sholihin berpesan agar kita tidak bersikap sombong, yaitu sikap meremehkan orang lain dan menolak kebenaran. Selain itu, beliau mengingatkan juga pentingnya memperbanyak doa, terutama di bulan Ramadhan.
“Doakan agar anak-anak kita menjadi pribadi yang terbaik dalam segala hal.” Pungkasnya. (Humas/Taufiq Hidayanto).














