Surabaya, liputanmu – Upaya wujudkan kader berkarakter mulia, SMP Muhammadiyah 1 Surabaya (Spemsa) pada Jumat hingga Sabtu, 24–25 April 2026, gelar kegiatan Pesantren Jumat-Sabtu.
Pesantren kali ini khusus siswa kelas 7 putri, dimana mereka diajak untuk menyelami nilai-nilai keislaman secara lebih mendalam, tidak hanya sebagai pengetahuan, tetapi juga sebagai pedoman hidup.
Selain itu, kegiatan ini juga bukan sekadar rutinitas sekolah, melainkan sebuah proses pembinaan yang dirancang untuk menyentuh hati dan membentuk karakter.
“Sejak awal kegiatan, para peserta tampak antusias mengikuti setiap rangkaian materi yang disusun secara terarah dan relevan dengan tantangan zaman.” Ujar Ustadz Fauzan, Guru Ismuba Spemsa Surabaya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa materi Kemuhammadiyahan menjadi pembuka yang meneguhkan identitas para siswi sebagai bagian dari gerakan dakwah Muhammadiyah.
“Mereka dikenalkan pada nilai perjuangan, semangat pembaruan, serta pentingnya berkontribusi dalam amar ma’ruf nahi munkar di tengah masyarakat.” Tegasnya.
Ustadz Fauzan juga menegaskan bahwa pemahaman keislaman kemudian diperkuat melalui materi Fiqih dengan fokus pada thaharah. Tidak hanya teori, para siswi juga diajak memahami praktik bersuci yang benar, sebagai dasar penting dalam menjalankan ibadah sehari-hari.
“Di tengah arus globalisasi yang semakin kompleks, materi ‘Menjaga Aqidah di Era Modern’, menjadi sangat relevan.” Pungkasnya.
Para peserta juga diajak untuk lebih waspada terhadap berbagai pengaruh yang dapat menggerus keimanan, sekaligus dibimbing untuk tetap teguh dalam prinsip Islam.
Suasana semakin khusyuk ketika memasuki sesi Tahsinul Qur’an. Lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an terdengar merdu, menciptakan nuansa spiritual yang mendalam. Melalui bimbingan yang intensif, para siswi belajar memperbaiki bacaan Al-Qur’an agar lebih tartil dan sesuai kaidah tajwid.
Tidak berhenti pada aspek ibadah, kegiatan ini juga menekankan pentingnya akhlaq melalui materi; “Membangun Generasi Berkarakter melalui Penguatan Aqidah dan Akhlaq”. Para siswi diajak memahami bahwa kekuatan iman harus tercermin dalam perilaku sehari-hari baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.
Motivasi untuk masa depan turut diberikan dalam materi; “Strategi Menjadi Generasi Sukses”. Dalam sesi ini, para peserta diajak untuk bermimpi besar, memiliki tujuan hidup yang jelas, serta membangun kedisiplinan sebagai kunci keberhasilan.
Sebagai penutup, materi Tafsir Ayat-Ayat Pilihan memberikan kedalaman makna terhadap ayat-ayat Al-Qur’an. Para siswi tidak hanya membaca, tetapi juga diajak memahami pesan yang terkandung di dalamnya agar dapat diamalkan dalam kehidupan nyata.
Sementara itu, Ustadz Husnur Rif’an, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Surabaya (Spemsa), dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi yang utuh. Menurutnya, pendidikan tidak cukup hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga harus menyentuh dimensi spiritual dan moral.
“Pesantren Jumat-Sabtu ini adalah ikhtiar kami untuk menanamkan aqidah yang kuat dan membangun akhlaq mulia sejak dini. Kami ingin melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter Islami yang kokoh.” Tegasnya.
Selama kegiatan berlangsung, para siswi menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat belajar menjadi warna tersendiri yang memperkuat makna kegiatan ini.
Pada akhirnya, Pesantren Jumat-Sabtu bukan sekadar agenda dua hari, tetapi menjadi langkah kecil yang bermakna besar. Dari ruang-ruang kelas sederhana itulah, harapan tentang lahirnya generasi muslimah yang tangguh, berilmu, dan berakhlak mulia terus tumbuh dan dipupuk dengan penuh kesungguhan. (Anas).














