Friday, April 17, 2026
Friday, April 17, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : Empat Pilar Perjuangan Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan

Must Read

Inspirasi Kehidupan : Empat Pilar Perjuangan Pendidikan Islam KH. Ahmad Dahlan

Oleh Ustadz Ir. Lukman 

(Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

Selain dikenal sebagai pendiri Persyarikatan Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan juga meninggalkan warisan besar dalam penyiaran agama Islam dengan pendekatan yang lebih modern dan relevan dengan zaman.

KH. Ahmad Dahlan, kita mengenal beliau sosok ulama besar, bahkan ditetapkan sebagai pahlawan nasional karena kontribusinya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Kiai Dahlan bukan hanya seorang tokoh agama, tetapi juga pejuang lewat dakwah dan pendidikan untuk semua ummat, tanpa memilih suku, agama dan latar belakang, termasuk konsep mengenalkan Pelajaran agama islam kepada non muslim.

Lebih dalam tentang KH. Ahmad Dahlan

KH. Ahmad Dahlan lahir pada 1 Agustus 1868 dengan nama kecil Muhammad Darwis. Ia adalah anak keempat dari tujuh bersaudara, putra KH. Abu Bakar yang dikenal sebagai ulama sekaligus khatib ternama di Masjid Besar Kesultanan Ngayogyakarta pada masa itu, sebagaimana tercatat dalam Biografi Ulama Nusantara karya Rizem Aizid.

Dikenal sebagai tokoh yang berpikiran maju dan terbuka. Salah satunya tentang pentingnya memadukan ilmu agama dengan pengetahuan umum dalam pendidikan Islam. Pada masa perjuangannya, sistem pendidikan Islam di Indonesia masih bersifat tradisional, dengan metode pengajaran yang menekankan hafalan tanpa pemahaman mendalam terhadap penerapannya. Melihat kondisi tersebut, KH. Ahmad Dahlan mulai aktif mengajar dan berdakwah di sekitar Masjid Kauman Yogyakarta.

Dalam ceramah-ceramahnya, beliau menekankan urgensi menjalankan ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan sunnah, serta menghindari praktik-praktik yang dianggap tidak sesuai atau kurang relevan.

Pemikiran KH. Ahmad Dahlan

Sepanjang hidupnya, KH. Ahmad Dahlan banyak mencurahkan pemikiran di bidang pendidikan Islam. Dalam buku KH. Ahmad Dahlan (1868-1923) terbitan Museum Kebangkitan Nasional disebutkan Kiai Dahlan melakukan pembaruan pada aspek tujuan pendidikan, kurikulum dan metode pengajaran, kelembagaan serta sarana prasarana, hingga pendidikan lintas iman.

Melalui jalur pendidikan inilah KH. Ahmad Dahlan memilih cara yang lebih halus untuk melawan penjajahan Belanda. Baginya, sistem pendidikan yang diperkenalkan Belanda tidak sepenuhnya buruk. Ia berpegang pada prinsip mengambil hal yang bermanfaat dan meninggalkan yang tidak baik. mengambil yang baik dan meninggalkan yang buruk.

Berikut ini adalah beberapa pemikiran KH. Ahmad Dahlan yang begitu berpengaruh terhadap kehidupan pendidikan Islam di Indonesia.

Pertama, Pembaruan Tujuan Pendidikan Meliputi Dunia dan Akhirat; Salah satu pembaruan paling mendasar yang dilakukannya dalam bidang pendidikan adalah mengenai tujuan pendidikan sebagai landasan filosofis yang mempengaruhi sistem dan praktiknya.

Walaupun KH. Ahmad Dahlan tidak secara langsung merumuskan tujuan tersebut, gagasan-gagasan yang disampaikan dalam berbagai kesempatan mencerminkan pemikiran tersebut.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfungsi untuk mencetak manusia terampil dan mempersiapkan masa depan mereka dalam kehidupan duniawi. Lebih dari itu, pendidikan dipandang sebagai sarana dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang mencakup aspek dunia sekaligus akhirat.

Kedua, Pembaruan Kurikulum dan Metode Pengajaran dengan Nilai Religi; Dalam bidang kurikulum dan metode pembelajaran, KH. Ahmad Dahlan menghadirkan inovasi dengan memasukkan pelajaran umum ke dalam lembaga pendidikan Islam. Selain mengadopsi kurikulum dari sistem pendidikan Belanda, sekolah yang beliau dirikan tetap menanamkan nilai-nilai agama.

Metode belajar yang diterapkan pun berbeda dari pesantren tradisional. KH. Ahmad Dahlan menggunakan sistem klasikal dengan materi yang tersusun sesuai tingkatan pendidikan pada masing-masing kelas.

Ketiga, Pembaruan Kelembagaan dan Sarana Prasarana Menuju Kesetaraan Pendidikan Belanda; Inovasi KH. Ahmad Dahlan juga terlihat dalam pengembangan kelembagaan dan fasilitas pendidikan. Ia berhasil mengangkat pendidikan Islam yang sebelumnya bersifat nonformal menjadi sekolah formal.

Secara kelembagaan, sekolah tersebut memiliki kedudukan setara dengan sekolah Belanda. Lulusannya tidak hanya mendapat pengakuan masyarakat, tetapi juga legitimasi hukum dari pemerintah sehingga menjadi cikal bakal lahirnya pendidikan modern.

KH. Ahmad Dahlan juga meniru model manajemen serta sarana sekolah Belanda. Meskipun didirikan olehnya, sekolah Muhammadiyah bukan milik pribadi, melainkan milik umat dengan Muhammadiyah sebagai pengelolanya.

Keempat, Pendidikan Lintas Iman; Gagasan penting lain dari KH. Ahmad Dahlan adalah pendidikan lintas iman. Ia memberikan kesempatan kepada murid-murid OSVIA Magelang, sekolah Belanda untuk pribumi yang beragama Kristen untuk mengikuti pelajaran agama Islam sebagai kegiatan tambahan.

Langkah ini bertujuan agar siswa non muslim dapat mengenal Islam bukan hanya melalui pergaulan, tetapi juga dari ajarannya secara langsung. KH. Ahmad Dahlan memang dikenal memiliki pribadi yang terbuka, sehingga ia tidak hanya bersahabat dengan kalangan Muslim, melainkan juga menjalin hubungan dengan para misionaris dan zending.

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Pengajian Rabu Pagi, Spemma Pucang Surabaya Bahas Tawasul dalam Tauhid

Surabaya, liputanmu - SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya menyelenggarakan pengajian rutin setiap Rabu pagi yang diikuti oleh seluruh...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img