Surabaya, liputanmu – Menjelang sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 H, suasana khidmat menyelimuti keluarga besar Sekolah Unggul dan Berkarakter SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Surabaya. Tidak hanya fokus pada rutinitas akademik, para guru dan karyawan sekolah ini terjun langsung mengikuti rangkaian kegiatan spiritual I’tikaf Berjamaah, yang diadakan oleh sekolah.
Rangkaian kegiatan yang dirancang dengan sangat padat namun menyejukkan. Dimulai dari kajian keislaman yang mendalam, buka puasa bersama penuh kehangatan, hingga puncaknya adalah berdiam diri di Masjid (i’tikaf) untuk menjemput keutamaan malam Lailatul Qadar.
Syiar Ramadhan Melalui Udara
Ada yang unik dalam agenda kali ini. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari para pendidik Smamga tidak hanya bergema di dalam sekolah, tetapi juga mengudara ke seluruh pelosok kota. Hal ini dikarenakan adanya sesi Tadarus On Air yang bekerja sama dengan Radio Suara Muslim Surabaya.
“Mendengar suara sendiri dan rekan-rekan mengaji disiarkan secara langsung memberikan sensasi spiritual tersendiri. Ini dakwah bil lisan yang menjangkau lebih banyak orang.” Ujar salah satu peserta.
Pesan Motivasi dari Kepala Sekolah Smamga
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Smamga Surabaya, Ustadzah Erlina Wulandari, S.Pd., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menekankan bahwa penguatan karakter pendidik harus dimulai dari hati.
“Kegiatan ini adalah momentum recharging iman. Kami berharap kebersamaan dalam ibadah ini menjadi energi positif yang dibawa kembali ke sekolah. Guru yang memiliki kedalaman spiritual tentu akan mendidik siswanya dengan hati.” Tutur Ustadzah Erlina dengan penuh antusias.
Kesan Mendalam Peserta
Rasa syukur juga terpancar dari raut wajah para guru. Ustadzah Weny Purnamasari, perwakilan guru Smamga, mengaku sangat terkesan dengan rangkaian acara yang berlangsung hingga salat Subuh berjamaah ini.
“Sangat berkesan. Kami merasa tidak ada sekat, semuanya melebur dalam zikir dan doa. Rasanya lebih dekat satu sama lain, dan motivasi untuk memaksimalkan sisa Ramadan jadi berlipat ganda.” Ungkap Ustadzah Weny.
Kegiatan ditutup dengan salat Subuh berjamaah dan ramah tamah singkat sebelum para pejuang pendidikan ini kembali ke aktivitas masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Smamga Surabaya membuktikan bahwa sinergi antara intelektualitas dan spiritualitas adalah kunci utama dalam membangun lingkungan pendidikan yang berkah. (Dyan).














