Wednesday, April 29, 2026
Wednesday, April 29, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

PRM Karangpilang Gelar Sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah di Lapangan Karangpilang Jalan Mastrip

Must Read

Surabaya, liputanmu – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangpilang sukses menggelar sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah di Lapangan Karangpilang Jalan Mastrip pada Jum’at (20/03/2026). Warga Muhammadiyah dan simpatisan begitu antusias sejak pukul 05.30 WIB, berbondong-bondong ke lapangan.

Petugas keamanan mulai Kokam, polisi hingga TNI Karangpilang begitu antusias membantu mengamankan jalannya sholat Idul Fitri, yang memang tahun ini berbeda pelaksanaannya, antara yang diputuskan oleh Persyarikatan Muhammadiyah dan Pemerintah.

Hadir sebagai Imam dan Khotib Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Wakil Sekretaris Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, dengan tema; “Menjaga Kemuliaan Ahli Surga”, diharapkan semua yang telah melaksanakan puasa Ramadhan bisa menjaga kemuliaan dirinya di 11 bulan ke depannya.

Alhamdulillah, pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Lapangan Karangpilang Jalan Mastrip Surabaya berjalan lancar dan sukses. Maturnuwun kepada semua pihak yang telah mensupport kegiatan ini, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah kita, dan mengampuni dosa kita, Aamiin.” Ujar Ustadz Ahmad Aunul Ilah, S.Pd., Ketua PRM Karangpilang.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Salman mengajak kepada seluruh jamaah yang hadir untuk menata niat, sehingga seluruh amalan ibadahnya diterima dan dinilai ibadah oleh Allah SWT.

“Mari menata niat kita, ikhlaskan karena mencari ridho Allah SWT, insyaAllah semua amalan ibadah kita berdimensi ibadah, dan berpahala, sehingga mendatangkan kasih sayang Allah SWT.” Ujarnya.

Selanjutnya, ia juga mengingatkan untuk selalu bersyukur atas segala karunia-Nya, yang begitu banyaknya, terutama nikmat Iman dan Islam yang masih melekat pada diri kita. Ini adalah modal terbesar bagi kita untuk kembali kepada rumah kita yakni surga.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ

Artinya :“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.” (QS. Ibrahim 14: Ayat 7).

“Mari selalu bersyukur, atas segala kenikmatan, jangan sampai salah memahami bahwa nikmat itu hanya dalam bentuk harta dan tahta, tapi masih banyak lainnya, dan yang paling penting adalah nikmat Iman dan Islam, sehingga panjenengan bisa melaksanakan ibadah dengan baik.” Ungkapnya.

Ustadz Salman juga mengajak untuk kembali kepada keteladanan sempurna dalam kehidupan, yakni Rasulullah Muhammad SAW. Ia telah dijamin langsung oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an, sehingga kalau kita mengikutinya maka akan selamat dan bahagia dunia akhirat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَقَدْ كَا نَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَا نَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَا لْيَوْمَ الْاٰ خِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًا

Artinya :“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah.”(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 21).

“Hari ini, kita kehilangan figur kepemimpinan, bahkan dalam kehidupan kita sendiri, oleh karena itu mari kita kembali kepada keteladanan sempurna kita, yakni Rasulullah Muhammad SAW. Kita ajarkan kepada anak-anak kita, bahwa beliau adalah teladan sempurna, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.” Tegasnya.

Lebih lanjut, Ustadz Salman juga menjelaskan bahwa orang yang bertakwa, yang mendapatkan kemuliaan itu, bukan orang yang tidak pernah salah dalam hidupnya, tapi orang yang mulia itu adalah ketika salah, iya segera sadar, beristighfar minta ampunan Allah SWT.

“Karena sadarlah bahwa kita ini manusia pasti ada salahnya, baik sengaja atau tidak, maka dengan kesadaran itu, kita menjadi manusia yang semakin baik, tidak mudah menyalahkan, tapi justru mudah memaafkan.” Urainya.

Suasana sholat Idul Fitri 1447 Hijriyah di Lapangan Karangpilang Jalan Mastrip pada Jum’at (20/03/2026) oleh PRM Karangpilang.

Allah SWT berfirman di alam Al-Qur’an dalam surat Ali Imran 133 :

وَسَا رِعُوْۤا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَا لْاَ رْضُ ۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَ

Artinya :“Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 133).

“Melalui ayat ini menggambarkan bahwa manusia itu pasti adalah salahnya, dan kalau salah segera mohon ampunan kepada Allah SWT. Ayat ini juga memberikan penegasan bahwa Allah SWT Maha Pengampun.” Tandasnya.

Ia juga mengatakan bahwa Allah SWT itu ingin hambanya bisa kembali kepada rumah aslinya, yakni surga yang digambarkan bahwa surga yang telah diciptakan adalah seluas langit dan bumi, yang itu diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa.

“Jadi ini penegasan, Allah siapkan surga yang luas, muat untuk semua manusia, bagi yang mau. Yang pasti masuk surga adalah yang beriman dan beragam Islam, meskipun masuknya macam-macam waktu dan surganya, ada yang langsung, ada yang pertengahan tergantung amal kita.” Ungkapnya.

Sedangkan siapa yang bertakwa yang dimaksud, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman dalam ayat berikutnya:

الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ فِى السَّرَّآءِ وَا لضَّرَّآءِ وَا لْكٰظِمِيْنَ الْغَيْظَ وَا لْعَا فِيْنَ عَنِ النَّا سِ ۗ وَا للّٰهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ

Artinya :“(yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 134).

Ada tiga ciri orang yang bertakwa, orang yang mulia disisi Allah SWT, yakni:

Pertama, Orang yang gemar berinfaq; Ahli beramal, bershadaqah, berinfaq, suka menolong, suka berbagi, dermawan, baik dalam keadaan lapang dan sempit.

“Nah, biasakan ini dalam kehidupan kita, jangan menunggu kaya, sukses, karena semua ini sudah ada takdirnya, kita ini menjalani takdir, kita hanya ikhtiar menjadi yang terbaik. Di bulan Ramadhan marilah kita tarbiyah diri kita menjadi pribadi yang gemar berinfaq dalam keadaan apapun.” Ujarnya.

Kedua, Menahan amarah; Ini penting sekali, apalagi di bulan Ramadhan ini, dimana puasa diartikan sebagai imsakun, yang artinya menahan diri, yang merupakan salah satu rukun puasa.

Imsakun alias menahan diri adalah rukun puasa, maka kalau kita tidak mampu menahan diri, maka puasa kita sia-sia. Menahan makan dan minum semua bisa, tapi menahan dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa itu yang sulit.” Tandasnya.

Ketiga, Pemaaf; Kita harus sadar bahwa diri kita ini pasti salah, maka seyogyanya kita saling memaafkan sehingga kita menjadi pribadi yang penuh kebaikan. Ingat banyak diantara kita yang masuk neraka, karena kesalahan sesamanya, yang tidak mungkin dimaafkan oleh Allah SWT.

“Marilah jadi manusia yang mulia, bertakwa, yang penuh kebaikan, baik kepada Allah SWT dan sesama manusia, yang oleh Allah SWT menyebutnya sebagai Ihsan, manusia yang penuh kebaikan karena Allah SWT.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Siap Berlaga di Tangerang, Siswa Sekolah Karakter SDM 24 Surabaya Lolos Olimpiade Ke Babak Final Tingkat Nasional

Surabaya, liputanmu - Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya kembali menorehkan prestasi dengan lolosnya salah satu siswa dalam Babak...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img