Friday, May 1, 2026
Friday, May 1, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Melalui Silaturahim, Kuatkan Barisan Antar Pimpinan

Must Read

Surabaya, liputanmu – Dalam dinamika organisasi yang bergerak cepat, seringkali kita terjebak dalam tumpukan tugas manajerial dan target yang kaku. Kita kerap lupa bahwa di balik angka dan strategi, ada jaringan manusia yang menjadi pondasi utamanya.

Silaturahim bukan sekadar pertemuan seremonial; ia adalah jembatan emosional yang menyatukan visi dan mengikis ego sektoral. Hal ini disampaikan oleh Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd., Wakil Ketua, dan Ustadz Muriansa, SE., Bendahara Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo saat silaturrahim ke kediaman Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya, Ustadz Drs. Mohammad Lutfi. Selasa (31/03/2026).

3 Hal Penting Harus Diperhatikan 

Dalam momentum tersebut, Ustadz Muhammad Barid, S.Ag., M.Pd., Wakil Ketua PCM Wonokromo mengajak untuk memahami beberapa hal penting, yakni:

Pertama, Menghancurkan Ego Sektoral; Salah satu tantangan terbesar dalam kepemimpinan adalah munculnya ego sektoral atau silo mentality.

“Dengan mempererat silaturrahim, sekat-sekat antar departemen atau divisi dapat diruntuhkan.” Ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa komunikasi yang cair di luar meja rapat formal memungkinkan para pimpinan untuk:

  • Saling memahami tantangan di unit lain.
  • Membangun rasa empati antar rekan sejawat.
  • Menciptakan ruang diskusi yang lebih jujur dan solutif.

Kedua, Harmonisasi Kebijakan; Barisan pimpinan yang kuat lahir dari kesepahaman. Melalui silaturrahim yang intens, sinkronisasi kebijakan tidak lagi dirasa sebagai beban instruksi, melainkan sebuah kesepakatan bersama.

“Ketika antar pimpinan sudah memiliki ikatan batin yang kuat, perbedaan pendapat tidak akan berujung pada perpecahan, melainkan pada pengayaan perspektif.” Tegasnya.

Ketiga, Keteladanan Bagi Anggota; Prajurit di lapangan selalu melihat bagaimana jenderalnya berinteraksi. Jika para pimpinan terlihat solid, harmonis, dan saling mendukung, maka energi positif tersebut akan mengalir hingga ke level staf paling bawah. Sebaliknya, keretakan di tingkat atas hanya akan menciptakan kebingungan dan faksi di tingkat bawah.

“Kepemimpinan adalah tentang pengaruh, dan pengaruh bermula dari koneksi yang bermakna.” Tandasnya.

Langkah Strategis Memperkuat Barisan

  • Coffee Morning: Diskusi santai tanpa agenda formal untuk mencairkan suasana.
  • Leadership Retreat: Membangun kembali trust (kepercayaan) dan visi jangka panjang.
  • Cross-Sharing Session: Saling berbagi praktik terbaik (best practices) antar divisi.

“Mari kita jadikan momen silaturrahim ini sebagai titik balik untuk merapatkan barisan. Karena seberat apa pun tantangan eksternal yang kita hadapi, organisasi akan tetap kokoh selama para pemimpinnya berdiri bahu-membahu dalam satu tarikan napas yang sama. Mari bersatu, mari menguatkan.” Pungkasnya. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Kemah Asyik Hizbul Wathan Tanpa Gadget, SD Mujitu Tanamkan Kemandirian Siswa

Surabaya, liputanmu – SD Muhammadiyah 17 Surabaya (SD Mujitu) sukses menyelenggarakan kegiatan Kemah Asyik Hizbul Wathan Tanpa Gadget yang...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img