Saturday, April 11, 2026
Saturday, April 11, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : Muhammadiyah lagi, Muhammadiyah lagi

Must Read

Inspirasi Kehidupan : Muhammadiyah lagi, Muhammadiyah lagi

Oleh Ustadz Ir. Lukman 

(Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

“Muhammadiyah: Melampaui Zaman, Menuju Kepastian Global”

Dalam lintasan sejarahnya, Muhammadiyah seringkali dianggap “terlalu cepat” bagi masanya. Sejak berdiri pada tahun 1912 (dengan semangat pemurnian yang kokoh), organisasi ini memegang teguh prinsip: kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah dengan menggunakan akal sehat.

Namun, menggunakan cara rasional dalam beragama sering kali dianggap mengganggu kemapanan tradisi ulama terdahulu. Apa yang dahulu ditolak mentah-mentah, kini justru menjadi standar umum yang dinikmati umat Islam secara luas.

Jejak Progresivitas yang Sempat Ditentang

Muhammadiyah konsisten melakukan ijtihad yang melampaui sekat-sekat tradisi kolot:

Pertama, Meluruskan Kiblat: Dahulu, meluruskan arah kiblat dengan perhitungan astronomi (falak) ditentang hebat. Kini, perhitungan presisi tersebut menjadi standar pembangunan masjid di seluruh dunia.

Kedua, Shalat Id di Lapangan: Menghidupkan sunnah shalat Id di lapangan terbuka sempat dianggap aneh. Hari ini, stadion dan lapangan yang penuh sesak menjadi pemandangan lumrah setiap hari raya.

Ketiga, Modernisasi Pendidikan: Mendirikan sekolah dengan bangku dan papan tulis pernah dicap meniru penjajah (tasyabbuh). Namun sekarang, model inilah yang menjadi standar sekolah Islam modern.

Keempat, Filantropi Terorganisir: Memungut zakat melalui badan mal yang administratif awalnya dianggap terlalu birokratis. Kini, lembaga zakat menjadi tulang punggung penguatan ekonomi nasional.

Kelima, Amal Usaha Sosial: Mendirikan rumah sakit dan panti asuhan sempat dituduh meniru misionaris. Nyatanya, inilah bukti nyata Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi semesta (Rahmatan lil ‘Alamin).

Keenam, Bahasa Indonesia dalam Khutbah: Menggunakan bahasa yang dipahami jamaah (Bahasa Indonesia) dalam khutbah Jumat dahulu dianggap mengurangi kesakralan. Kini, cara ini diakui sebagai metode paling efektif dalam syiar Islam.

Inovasi Terbaru: Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT)

Melanjutkan tradisi “berpikir melampaui zaman”, kini Muhammadiyah mengusung gagasan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

KHGT adalah jawaban atas ketidakpastian penanggalan Islam yang selama ini sering menyebabkan perbedaan hari raya antarnegara. Mengapa KHGT penting?

  • Kepastian Hukum: Memberikan kepastian waktu ibadah dan muamalah bagi umat Islam di seluruh dunia tanpa harus menunggu pengamatan lokal di tiap negara.
  • Integrasi Peradaban: Islam adalah agama global. Memiliki satu kalender internasional adalah langkah nyata menunjukkan bahwa Islam mampu beradaptasi dengan sistem administrasi dunia modern.
  • Kekuatan Akal dan Sains: KHGT disusun berdasarkan prinsip Kriteria Turki 2016 yang menggunakan data astronomi mutakhir, sejalan dengan prinsip Muhammadiyah untuk selalu menggunakan akal sehat dalam memahami teks agama.

Jika dahulu KHGT hari ini dianggap kontroversial atau terlalu dini, sejarah telah membuktikan bahwa gagasan-gagasan Muhammadiyah yang “mengganggu” kenyamanan tradisi pada akhirnya menjadi solusi bagi kemajuan umat.

KHGT bukan sekadar urusan tanggal; ia adalah simbol kemandirian berpikir dan persatuan umat Islam di tingkat dunia.

“Muhammadiyah tidak sedang melawan tradisi, ia sedang membangun masa depan.”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Antusiasme Siswa Kelas 9 SMP Muhammadiyah 1 Surabaya Ikuti TKA Berbasis Komputer

Surabaya, liputanmu - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) kelas 9 di SMP Muhammadiyah 1 Surabaya berlangsung pada 6–9 April...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img