Thursday, April 30, 2026
Thursday, April 30, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Kajian Rutin Masjid Al-Istiqomah : Dakwah Bil Qolam, Jihad Literasi di Era Digital

Must Read

Surabaya, liputanmu – Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Karangpilang Surabaya gelar kajian rutin ba’da Maghrib yang kali ini menyoroti pentingnya literasi bagi umat Islam. Bertempat di Masjid Al-Istiqomah, Jalan Mastrip Gang Rajawali 1, Karangpilang, Ustadz Yuda Panuluh dengan tema; “Dakwah Bil Qolam (Dakwah melalui Tulisan)”. Sabtu (04/04/2026)

Dalam pemaparannya, Ustadz Yudha menyampaikan bahwa, di era informasi saat ini, tulisan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan senjata ampuh untuk menyebarkan nilai-nilai kebaikan.

Mengawali tausiyahnya, Ustadz Yudha mengutip pepatah Arab klasik; “Al-I’lmu shoydun wa kitaabatuhu qoyduhu”, yang berarti ilmu adalah buruan dan tulisan adalah ikatannya. Ia menjelaskan perbedaan mendasar antara dakwah lisan dan tulisan.

“Jika dakwah bil lisan adalah berbicara di mimbar yang suaranya bisa hilang seiring waktu, maka dakwah bil qolam akan melintasi zaman. Penulisnya boleh wafat, namun pahala jariyah-nya terus mengalir setiap kali tulisannya dibaca dan memberi manfaat bagi orang lain.” Ujarnya.

Urgensi Melawan Hoaks di Ruang Digital

Memasuki era digital, lanjut Ustadz Yudha mengingatkan bahwa smartphone di genggaman setiap muslim harus menjadi “mimbar baru”. Ia menyoroti fenomena perang opini dan maraknya hoaks yang seringkali menyesatkan masyarakat.

“Jika orang-orang baik diam dan tidak menulis, maka ruang digital akan dipenuhi oleh narasi yang menyesatkan. Menjadi penulis atau jurnalis muslim saat ini adalah bentuk perjuangan atau jihad masa kini. Menulis satu berita yang meluruskan fitnah adalah ibadah.” Tegasnya.

Etika Penulis Muslim: Tabayyun dan Ishlah

Namun, Ustadz Yudha juga memberikan catatan penting mengenai etika dalam menulis. Sebagai praktisi media atau pengguna media sosial, seorang muslim wajib memegang tiga prinsip utama, yakni;

Pertama, Tabayyun (Verifikasi): Selalu memastikan kebenaran berita sebelum ditulis atau disebarkan.

Kedua, Ishlah (Membawa Kedamaian): Tulisan harus bertujuan memperbaiki keadaan, bukan memprovokasi.

Ketiga, Integritas: Menjunjung tinggi kejujuran dalam setiap kata yang dirangkai.

Di akhir kajian, Ustadz Yudha juga mengajak seluruh jamaah, khususnya generasi muda Muhammadiyah Karangpilang, untuk mulai menggerakkan jari-jemari mereka dalam membela agama melalui tulisan, baik melalui artikel blog maupun status media sosial yang menginspirasi.

“Menulis lah agar dunia tahu kamu pernah ada, dan menulis lah yang baik agar Allah rida atas keberadaan mu. Mari jadikan tulisan kita sebagai saksi di akhirat nanti bahwa kita pernah berjuang untuk kebenaran.” Pungkasnya. (Humas/Yud).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Pesan KH Ahmad Dahlan Hidup-hidupilah Muhammadiyah Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah Menggema di Pelantikan BEM UMMAD 2026

Madiun, liputanmu - Pesan penuh makna dari KH Ahmad Dahlan, "Hidup -hidupilah Muhammadiyah Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah", hadir...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img