Surabaya, liputanmu – Pembiasaan yang akan menjadi kebiasaan, sehingga menjadi karakter yang kuat menjadi konsen rangkaian Ujian Praktik (Uprak) kelas 6 digelar SD Muhammadiyah 11 (Muhlas) Surabaya. Dalam rilisnya Kamis (09/04/2026).
Kegiatan yang dikomandoi oleh tim (Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) untuk uji kompetensi calon lulusan SD Muhlas dibidang Seni Retorika dan Bahasa, dengan tujuan sebagai berikut, yakni:
Pertama, Terkikisnya bahasa pribumi dikalangan para Gen-Zi masa kini menjadi latarbelakang adanya opsi pidato berbahasa Jawa Krama Inggil.
Kedua, Memiliki daya saing global internasional, menjadi alasan adanya opsi pidato berbahasa Inggris.
Ketiga, Membumikan bahasa Al-Qur’an, menjadi alasan konkret Ismuba uji kemampuan siswa-siswi dengan berpidato bahasa Arab.
“Selama 1 pekan persiapan tidak menyurutkan semangat para siswa. siswa-siswi kelas memilih sesuai dengan kemampuan masing-masing dengan berbahasa mereke berpidato.” Ujar Ustadz Ahmad Mujaddid RA, S.H., M.Pd., Guru Ismuba SD Muhlas Surabaya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sekolah dalam hal ini Ismuba menyiapkan para pembina yang berkompeten di bidangnya, yakni:
- Pembina Bahasa Arab Ust Fauzan Muslim, S.H.I., M.Pd.
- Pembina Bahasa Inggris Ustadz Robica, M.Pd.
- Pembina Bahasa Jawa Ust Woliono, S.Pd.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, Ustadz Fathanur Rosyid, S.Pd.I., S.Pd., penguji pidato Bahasa Arab memberikan motivasi sebelum ujian dimulai dengan memberikan sebuah pertanyaan yang membangun.
“Siapa yang ingin naik Haji atau kuliah di Mesir? Siapa yang ingin kuliah di German, USA?” Ujarnya.
Lebih lanjut, dalam momen tersebut juga, ia turut memberi motivasi kepada yang berpidato Bahasa Jawa, dimana bahasa tersebut adalah bahasa yang luhur.
“Ini menjadi bahasa yang bernilai luhur, bahasa pribumi. Sebuah pepatah dimana kita berpijak, disanalah langit di junjung.” Ungkapnya.
Ustadz Ahmad Mujaddid RA, S.H., M.Pd., Guru Ismuba, yang juga Kepala Urusan (Kaur) Ismuba SD Muhlas Surabaya menambahkan bahwa kegiatan Ujian Praktik kali akan terus dievaluasi secara berkala dengan tujuan agar adanya perbaikan kedepan.
“Hal ini dilakukan guna melahirkan lulusan yang berkompeten, berdaya saing global serta memiliki bekal spiritual yang menjadi pegangan dimanapun mereka berada.” Tegasnya.
“Mungkin hari ini mereka butuh waktu untuk membiasakan dengan bahasa asing, namun suatu ketika kami yakin mereka akan terbiasa dengan bahasa bahasa tersebut.” Pungkasnya. (Humas/AM).














