Ngaji Isuk : Menjaga Taqwa, Merawat Kebiasaan Baik
Oleh Ustadz Muhammad Barid Sadan, S.Ag., M.Pd.I.
(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)
Bismillah, Alhamdulillah, Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa’ala ali Muhammad
Sahabat ngaji isuk Rahimakumullah, Masjid ramai dipenuhi jama’ah baik yang tua remaja maupun anak-anak, shalat berjamaah menjadi pemandangan yang mendominasi di bulan Ramadhan. Mereka yang sebelumnya jarang ke masjid, berbondong-bondong berusaha menempati shaf terdepan.
Al-Qur’an yang lama tak dibuka kembali disentuh dan dibaca, dengan tekad untuk mengkhatamkannya dan kebiasaan-kebiasaan yang baik seolah tertumpahkan semua dibulan itu
Ramadhan menjadi Madrasah untuk memberikan pembinaan diri, untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dekat dengan Allah Subhanahu wata’ala, Namun, tantangan terbesar yang harus kita hadapi adalah mempertahankan kualitas dan kuantitas ibadah serta kebiasaan baik yang telah kita latih selama sebulan penuh dibulan Ramadhan.
“ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ “(agar kamu bertakwa) QS. Al-Baqarah: 183 menunjukkan bahwa kualitas kuantitas dan kebiasaan baik yang telah terbiasakan dibulan Ramadhan harus dipertahankan dan ditingkatkan hingga menjadi diri yang Rabbani yaitu menjadi hamba yang beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala secara Ikhlas, tulus dan konsisten istiqamah sepanjang masa, bukan hanya saat Ramadhan saja,
Sahabat ngaji isuk Rahimakumullah, Istiqomah adalah konsistensi, keteguhan hati, dan kesinambungan dalam ketaatan kepada Allah Subhanahu wata’ala juga merupakan salah satu akhlak yang sangat penting dimiliki oleh seorang beriman. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
عَنْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ الثَّقَفِيِّ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِي فِي الْإِسْلَامِ قَوْلًا لَا أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ قَالَ قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ
Artinya :“Dari Sufyan bin Abdullâh ats-Tsaqafi, ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasûlullâh, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan bertanya kepada seorangpun setelah Anda!” Beliau menjawab: “Katakanlah, ‘aku beriman’, lalu istiqomahlah”. (HR. Muslim).
Allah Subhanahu wata’ala berfirman:
اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ
Artinya :“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan memperoleh surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Q.s. Fushshilat : 30).
Sahabat ngaji isuk Rahimakumullah, Istiqomah itu berat, namun, keindahan istiqomah adalah ia mengantarkan kita ke pintu surga-Nya, Jangan pernah lelah berbuat baik. Jika capek, istirahatlah, bukan berhenti.














