Friday, May 15, 2026
Friday, May 15, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : Pentingnya Law of Attraction

Must Read

Inspirasi Kehidupan : Pentingnya Law of Attraction

Oleh Ustadz Agus Suwandi 

(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)

Law of Attraction (LOA): Husnuzan kepada Allah, dan keyakinan bahwa rezeki bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka.

“Ya Allah, jika tempat ini baik untuk pendidikan, baik untuk ibadah, baik untuk masyarakat, dan baik untuk perjuangan dakwah, maka mudahkanlah Muhammadiyah untuk membelinya. Bukakan jalan rezekinya. Lunakkan hati pihak-pihak yang terlibat. Datangkan pertolongan dari arah yang tidak disangka-sangka”

Setiap kali ia melewati rumah itu, hatinya selalu tertarik untuk memandangnya lebih lama. Di depan rumah itu terpampang tulisan “Dijual”. Bagi sebagian orang, itu hanya rumah kosong yang sedang menunggu pembeli. Namun di dalam hatinya, muncul sebuah bayangan yang lebih besar dari sekadar kepemilikan pribadi.

Ia membayangkan rumah itu suatu hari nanti terbeli oleh Muhammadiyah. Bukan untuk kepentingan pribadi, bukan untuk kemewahan, tetapi untuk kemaslahatan umat. Ia membayangkan lahan rumah itu menjadi tempat yang bermanfaat: sebagian digunakan sebagai area parkir sekolah, agar para wali murid, guru, dan tamu lebih mudah dan tertib ketika datang.

Sebagian lagi menjadi masjid untuk masyarakat sekitar, tempat orang-orang bersujud, berdoa, mengaji, bermusyawarah, dan mendekat kepada Allah.

Ia tidak memvisualisasikan rumah itu dengan rasa memaksa takdir. Ia memvisualisasikannya sebagai bentuk husnuzan kepada Allah. Ia yakin bahwa Allah Maha Kaya, Maha Mengatur, dan Maha Membuka jalan.

“Jika sebuah niat ditujukan untuk kebaikan umat, pendidikan anak-anak, dan tempat ibadah masyarakat, maka tidak ada yang mustahil apabila Allah telah menghendaki”

Dalam bayangannya, ia melihat halaman yang dulu sepi berubah menjadi tempat yang hidup. Pagi hari, kendaraan tertata rapi di area parkir sekolah. Anak-anak datang menuntut ilmu dengan lebih aman dan nyaman. Guru-guru mengajar dengan hati lapang. Para wali murid tidak lagi kesulitan mencari tempat berhenti.

Lalu ketika waktu shalat tiba, terdengar azan dari masjid yang berdiri di tempat itu. Masyarakat sekitar berdatangan. Ada yang datang dari rumah-rumah terdekat. Ada murid yang belajar shalat berjamaah. Ada orang tua yang duduk berdzikir setelah shalat. Ada kajian, ada tilawah, ada sedekah, ada persaudaraan.

Ia membayangkan tempat itu menjadi pusat keberkahan. Bukan hanya tanah yang terbeli, tetapi sebuah ruang kebaikan yang Allah bukakan.

Ia terus menjaga keyakinan itu dengan doa dan ikhtiar. Ia percaya bahwa dalam Islam, harapan bukan sekadar angan-angan. Harapan harus diiringi niat yang lurus, usaha yang nyata, doa yang sungguh-sungguh, dan tawakal kepada Allah.

Jika Allah menghendaki, dana bisa terkumpul dari jalan yang tidak pernah diperkirakan. Ada donatur yang tergerak hatinya. Ada jamaah yang ikut membantu. Ada kemudahan dalam negosiasi. Ada keputusan yang dipermudah. Ada pintu rezeki yang terbuka satu demi satu.

Apa yang awalnya tampak berat, menjadi ringan. Apa yang awalnya terasa jauh, menjadi dekat. Apa yang awalnya seolah mustahil, menjadi nyata atas izin Allah.

Dan ketika rumah itu akhirnya terbeli oleh Muhammadiyah, semua orang menyadari bahwa ini bukan semata-mata karena kemampuan manusia. Ini adalah pertolongan Allah. Ini adalah buah dari niat baik, doa, ikhtiar, persatuan, dan keyakinan bahwa Allah mampu memberi jalan dari arah yang tidak disangka-sangka.

Rumah itu pun berubah fungsi. Dari bangunan biasa menjadi ladang amal jariyah. Dari tempat yang dijual menjadi tempat yang menghidupkan pendidikan dan ibadah. Dari lahan terbatas menjadi sumber manfaat yang luas bagi sekolah dan masyarakat sekitar.

Ia pun berkata dalam hati :“Alhamdulillah, ya Allah. Engkau yang membeli dengan kuasa-Mu. Engkau yang memudahkan jalannya. Engkau yang menggerakkan hati orang-orang baik. Jadikan tempat ini penuh keberkahan, menjadi saksi amal, menjadi tempat lahirnya ilmu, sujud, dan kebaikan yang terus mengalir.”

Sebab ketika niat ditujukan untuk Allah, ketika manfaatnya untuk umat, dan ketika ikhtiar disertai tawakal, maka Allah mampu menjadikan sesuatu yang sulit menjadi mudah.

“Rezeki tidak pernah salah alamat. Jika Allah sudah menetapkan rumah itu menjadi jalan kebaikan bagi Muhammadiyah, sekolah, masjid, dan masyarakat sekitar, maka Allah akan membukakan jalannya dengan cara yang indah, mudah, dan tidak disangka-sangka”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Kedisiplinan, SMPM 15 Boarding School Surabaya Gelar Perkemahan Dakwah Hizbul Wathan

Mojokerto, liputanmu - SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya menggelar kegiatan Perkemahan Dakwah Hizbul Wathan di Obis Camp kawasan...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img