Surabaya, liputanmu– Terus berkemajuan dan mencerahkan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo menegaskan komitmennya untuk terus menguatkan konsolidasi gerakan dan ukhuwah Islamiyah antaranggota. Rabu (07/10/2026).
Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua PCM Wonokromo, Ustadz Muhammad Barid Sadan, S.Ag., M.Pd.I., dalam rapat periodik PCM Wonokromo yang dilaksanakan setiap hari Rabu.
“Kebersamaan dalam persyarikatan dipandang bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan proses menyatukan hati, pikiran, serta langkah demi menghadirkan kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.” Tutur Ustadz Barid, panggilan akrabnya.
Lebih lanjut, Ustadz Barid mengutip Al-Qur’an Surat Ali ‘Imran ayat 103, Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا عْتَصِمُوْا بِحَبْلِ اللّٰهِ جَمِيْعًا وَّلَا تَفَرَّقُوْا ۖ وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ وَكُنْتُمْ عَلٰى شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّا رِ فَاَ نْقَذَكُمْ مِّنْهَا ۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَـكُمْ اٰيٰتِهٖ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُوْنَ
Artinya :“Dan berpegang teguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliah) bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hatimu, sehingga dengan karunia-Nya kamu menjadi bersaudara, sedangkan (ketika itu) kamu berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari sana. Demikianlah, Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu agar kamu mendapat petunjuk.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 103).
Dan hadis riwayat Bukhari-Muslim tentang perumpamaan seorang mukmin seperti bangunan yang saling menguatkan, Wakil Ketua PCM Wonokromo menekankan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman latar belakang kader.
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا
Artinya :“Sesungguhnya orang mukmin yang satu dengan yang lain seperti bangunan. Yang sebagian menguatkan sebagian yang lain”. (HR. Bukhari dan Muslim).
“Keberagaman usia, pemikiran, maupun pengalaman di tubuh PCM Wonokromo diyakini menjadi modal sosial yang kuat jika disatukan dalam bingkai iman dan semangat amar ma’ruf nahi munkar.” Ungkapnya.
Prinsip Gerakan PCM Wonokromo
Pertama, Kolaborasi Antargenerasi: Yang kuat menguatkan, yang berpengalaman membimbing, dan kelompok muda melanjutkan estafet perjuangan.
Kedua, Landasan Gerak: Berpijak pada Al-Qur’an dan As-Sunnah untuk melandasi setiap aksi nyata di masyarakat.
Ketiga, Orientasi Khidmat: Bergerak secara ikhlas untuk kemajuan umat, bangsa, dan persyarikatan.
“Langkah ini diharapkan mampu memperkokoh peran PCM Wonokromo sebagai bagian dari gerakan dakwah pencerahan yang terus berkontribusi aktif dalam memajukan lingkungan sekitar.” Pungkasnya. (Humas/Gus).














