Thursday, October 15, 2026
Thursday, October 15, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Salafisme, Sekularisme, dan Talbis Iblis dalam Satu Kemasan

Must Read

Salafisme, Sekularisme, dan Talbis Iblis dalam Satu Kemasan

Oleh KH. Nurbani Yusuf

(Pengasuh Komunitas Padhang Makhsyar)

Salafisme, Sekularisme, dan Talbis Iblis bukanlah orang, bukan lembaga, bukan institusi, dan bukan pula nama organisasi. Tidak ada kantor sekretariat, tidak ada ketua, tidak ada bendahara, juga tidak ada anggota apalagi pengurus harian.

“Ia adalah cara berpikir, cara pandang, perspektif, paradigma, bisa juga disebut ideologi atau manhaj”

Pertama, Salafisme: Salafisme adalah cara pandang dan cara beragama yang merujuk pada masa lampau atau masa terdahulu, yang lazim disebut masa Salaf (kurang lebih tiga abad pertama yang dihitung sejak masa Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’it Tabi’in).

“Masa ini disebut sebagai masa terbaik karena paling dekat dengan era kenabian yang dipimpin langsung oleh Nabi SAW”

Salafisme menawarkan Islam yang murni, otentik, dan original, yang tidak terkontaminasi oleh adat, tradisi, atau kebiasaan yang dianggap dapat merusak kemurnian ajaran. Namun, Salafisme kerap memiliki kecenderungan eksklusif, kaku, radikal, intoleran, tanpa kompromi, menolak takwil, menganut kebenaran tunggal, serta menolak perbedaan.

“Pemahamannya terhadap Al-Qur’an dan Hadis cenderung tekstual”

Efek sampingnya: siapa pun yang tidak sehaluan atau tidak sepemikiran akan ditahdzir sebagai pelaku bid’ah, sesat, hingga divonis masuk neraka.

Salafisme menolak perbedaan; setiap yang berbeda dianggap sesat. Ada ketergantungan taqlid pada guru tertentu sambil menolak guru lain karena dianggap syubhat, serta keyakinan bahwa ilmu yang mereka dapatkan tidak boleh bercampur dengan sumber lain.

Kedua, Sekularisme: Sekularisme adalah cara pandang yang memisahkan perkara agama dan perkara dunia secara ketat. Perkara agama dan urusan dunia dipisahkan sedemikian rupa sehingga tidak ada kaitan, bahkan cenderung dinafikan satu sama lain.

Sebagai contoh, dalam konteks pendidikan sekuler: sistem belajar mengajarkan ilmu pengetahuan umum tanpa memasukkan ajaran agama ke dalam kurikulum utamanya, atau sebaliknya, pendidikan agama dijauhkan dari sains dan pengetahuan umum.

“Memisahkan secara mutlak antara urusan agama dan urusan dunia, itulah esensi sekularisme”

Ketiga, Hipotesis Talbis Iblis: Semakin tinggi ilmu seseorang, semakin halus pula pintu yang tersedia untuk menyesatkannya. Pada orang awam, godaan datang dalam bentuk yang kasar dan kasatmata, yakni kemaksiatan yang segera dapat dikenali sebagai sebuah pelanggaran.

Tetapi pada seorang alim yang matang, dihormati, dan memiliki kedudukan di tengah masyarakat, tipu daya itu tidak berani datang dengan wajah buruk. Ia justru menyamar dalam sesuatu yang tampak mulia: ilmu itu sendiri, pengaruh, penghormatan, kepemimpinan, dan kebutuhan orang banyak kepadanya.

Pada titik itu, pertanyaannya bukan lagi seberapa dalam ilmu seseorang, melainkan sesuatu yang jauh lebih sunyi dan sulit dijawab: Apakah ilmu ini masih membawanya kepada Allah, atau perlahan-lahan justru membawa manusia kepada dirinya sendiri? Inilah inti dari Talbis (penyamaran/penipuan terselubung).

Salafisme bisa hidup di mana pun, dalam organisasi atau kelompok apa pun, melalui proses infiltrasi dan indoktrinasi. Ia menetap di dalam pikiran sebagai pandang hidup (Weltanschauung).

Para cerdik cendekia, seperti Siddhartha, Ibnu Jauzi, Abu Yazid al-Busthami, Syekh Siti Jenar, Friedrich Nietzsche, Niccolò Machiavelli, Karl Marx, Ronggowarsito, Martin Heidegger, Murtadha Muthahhari, Ziauddin Sardar, Ibnu Utsaimin, dan puluhan pemikir lainnya, memberi kita ruang untuk memilih.

“Mereka membuka dialog tentang bagaimana sebuah manhaj, perspektif, dan cara pandang dapat merajut kesejatian manusia yang paripurna (insan kamil)”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Kolaborasi Spempat dan Smamga, Matangkan Program Boarding School di Muhammadiyah Tahfidz Center (MTC) Spempat Gadung Surabaya

Surabaya, liputanmu— Terus berkemajuan dan mencerahkan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo terus menggencarkan penguatan program holding sekolah untuk menghadirkan...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img