Monday, October 19, 2026
Monday, October 19, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Ketum PP Muhammadiyah: Penguatan Ekonomi Umat Memerlukan Perubahan Mendasar dalam Cara Pandang, Budaya Usaha, dan Pola Kolaborasi

Must Read

Surabaya, liputanmu — Terus berkemajuan dan mencerahkan, Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., menegaskan bahwa penguatan ekonomi umat memerlukan perubahan mendasar dalam cara pandang, budaya usaha, dan pola kolaborasi. Dilansir dari laman resmi media sosial pribadi miliknya pada Ahad (18/10/2026).

Hal ini disampaikan oleh Prof. Haedar saat menghadiri Dialog Kebangsaan bertajuk; “Persatuan Umat untuk Kemajuan Ekonomi Bangsa”, dalam rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 yang berlangsung di Jatim Expo, Surabaya, Jawa Timur.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., Ketum PP Muhammadiyah menyoroti pentingnya pembaruan cara pandang terhadap dunia usaha dan aktivitas ekonomi di tengah masyarakat.

Menurut Prof. Haedar, kegiatan ekonomi tidak semestinya dipandang secara negatif. Sebaliknya, aktivitas ekonomi dapat menjadi sarana pengabdian, pemberdayaan masyarakat, dan penciptaan kemaslahatan apabila dijalankan sesuai dengan nilai-nilai Islam.

“Umat perlu melihat aspek konstruktif dari kegiatan ekonomi tanpa mengabaikan potensi penyimpangan yang harus dihindari. Dengan perubahan cara pandang tersebut, umat diharapkan mampu membangun kekuatan ekonomi melalui berbagai aktivitas usaha yang produktif.” Tutur Prof. Haedar.

Selanjutnya, Prof. Haedar dalam kesempatan tersebut juga, membagikan pengalaman historis dan praktis Muhammadiyah dalam membangun berbagai amal usaha. Langkah tersebut, menurut Haedar, merupakan bentuk ikhtiar nyata dalam memadukan nilai-nilai luhur Islam dengan pemberdayaan ekonomi serta pelayanan yang luas kepada masyarakat.

“Penguatan ekonomi umat membutuhkan perubahan mendasar dalam cara pandang, budaya usaha, dan pola kolaborasi. Pengalaman Muhammadiyah dalam membangun amal usaha sebagai salah satu ikhtiar memadukan nilai-nilai Islam dengan pemberdayaan ekonomi dan pelayanan kepada masyarakat.” Tandas Prof. Haedar.

Melalui momentum Kongres Nasional Majelis Tahkim Syarikat Islam ke-42 ini, sinergi dan persatuan antar-kekuatan umat Islam diharapkan semakin kokoh guna melahirkan kemandirian serta kemajuan ekonomi bangsa secara berkelanjutan. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Filosofi 3T dan Pesan “Ojok Males-malesan”, Kepala SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya Lantik Kader Baru IPM

Surabaya, liputanmu— Semangat baru mewarnai suasana lingkungan SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya (Spemlibels). Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img