Surabaya, liputanmu – Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo mengadakan Kajian Rutin Ahad Pagi Pencerah bertema Tauhid di Masjid Syuhada Gadung Surabaya. Pada kesempatan kali ini tentang takdir yang menjadi bahasan pokoknya, dan sebagai pemateri adalah Ustadz Drs. Najih Ichsan Ahli Ilmu Tauhid dari Sidoarjo. Ahad (1/9/2024).
Mengawali kajiannya, Ustadz Drs. Najih Ichsan menyampaikan tentang pentingnya memiliki keyakinan yang kuat kepada Allah SWT, terutama dalam menghadapi segala ketentuan-Nya. Allah SWT berfirman :
مَاۤ اَصَا بَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِ ذْنِ اللّٰهِ ۗ وَمَنْ يُّؤْمِنْ بِۢا للّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗ وَا للّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Artinya :“Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. At-Taghabun 64: Ayat 11).
“Ayat ini mengandung hikmah mendalam bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan ini, baik berupa kebaikan maupun musibah, adalah atas izin Allah. Keimanan kepada Allah menuntut kita untuk meyakini bahwa setiap takdir, baik atau buruk, memiliki tujuan dan hikmah yang tidak selalu bisa kita pahami secara langsung.” Tuturnya.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa ridho kepada takdir Allah SWT adalah kunci kehidupan yang ringan. Salah satu buah dari keimanan yang sejati adalah ridho terhadap takdir Allah. Ridho dalam konteks ini bukan sekadar penerimaan pasif, tetapi sebuah sikap hati yang rela dan ikhlas menerima apa pun yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
“Ketika seorang mukmin mampu mencapai tingkat ridho ini, hidupnya akan terasa lebih ringan, karena ia tidak lagi terbebani oleh kecemasan dan ketidakpuasan atas apa yang terjadi dalam hidupnya.” Imbuhnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan tentang hikmah di balik takdir Allah SWT, dimana setiap takdir yang Allah tetapkan, baik itu kebahagiaan maupun kesedihan, kesuksesan maupun kegagalan, selalu mengandung hikmah yang besar. Ustadz Najih Ichsan juga mengajak untuk merenungkan tentang beberapa hikmah tentang takdir Allah SWT, yaitu :
“Pertama, Takdir sebagai Ujian Keimanan; Allah menguji keimanan hamba-Nya melalui berbagai bentuk takdir. Kesabaran dalam menghadapi musibah dan kesyukuran dalam menikmati nikmat adalah dua sikap yang menunjukkan kualitas keimanan seseorang.” Jelasnya.
Kedua, Takdir sebagai Bentuk Kasih Sayang Allah; Terkadang, apa yang kita anggap buruk atau menyakitkan adalah bentuk kasih sayang Allah yang tersembunyi. Allah mungkin menahan sesuatu yang kita inginkan untuk memberi sesuatu yang lebih baik di masa depan.
Ketiga, Takdir sebagai Pembentuk Karakter; Kesulitan hidup seringkali menjadi sarana untuk memperkuat karakter dan kepribadian. Seorang mukmin yang ridho terhadap takdir Allah akan menemukan bahwa dirinya menjadi lebih kuat, sabar, dan bijaksana.
“Dengan memegang teguh keyakinan bahwa segala sesuatu berasal dari Allah SWT dan ridho atas semua ketetapan-Nya, hidup kita akan terasa lebih ringan.” Katanya.
Ia juga mengatakan bahwa beban kehidupan tidak lagi terasa memberatkan, karena kita menyadari bahwa semua ini adalah bagian dari rencana Allah SWT yang sempurna.
“Inilah rahasia dibalik ketenangan hati dan kedamaian jiwa seorang mukmin yang sejati.” Pungkasnya. (Humas/Taufik).














