Friday, May 15, 2026
Friday, May 15, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Ketum PP Muhammadiyah: Perguruan Tinggi Indonesia Diharapkan dapat Bersaing di Level Dunia

Must Read

Yogyakarta, liputanmu – Dilansir dari MUHAMMADIYAH.OR.ID, Pemeringkatan perguruan tinggi dunia mengalami pergeseran dari Eropa Barat dan Amerika ke Asia Timur, bahkan ke Amerika Latin termasuk Brasil dan Meksiko.

Meski pada World University Ranking 2024 dan 2025 perguruan tinggi di Indonesia masih tercecer peringkatnya, namun melihat trend pergeseran itu perguruan tinggi di Indonesia masih memiliki peluang untuk terus memperbaiki peringkatnya di level dunia.

Akan tetapi kemajuan dunia pendidikan tinggi di Indonesia tidak bisa ditempuh sendirian oleh kampus negeri. Kebijakan yang dibangun oleh pemerintah harus inklusif, pendidikan tinggi dibangun secara gotong royong.

Harapan dan optimisme itu disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., pada acara Serah Terima Jabatan Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Senin (30/12/2024).

“Saat ini jika melihat perankingan perguruan tinggi dunia, Universitas Indonesia menjadi yang paling tinggi peringkatnya dibandingkan perguruan tinggi yang lain. Sementara dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM) masih berada di peringkat 1.200 an.” Ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa peringkat PTM seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) masih lebih baik jika dibandingkan dengan PTS lain asal Indonesia.

“Artinya Indonesia jangan merasa sudah cukup di level kebijakan Perguruan Tinggi Negeri. Itu perjalanan masih panjang.” Tegasnya.

Ia juga mengatakan bahwa pemerintah tak cukup hanya membangun kebijakan untuk PTN, sebab jika dibandingkan dengan perguruan tinggi asal Malaysia dan Singapura, bahkan jika dibandingkan dengan Thailand, peringkat perguruan tinggi asal Indonesia masih kalah.

“Jangan pernah merasa Indonesia itu sudah maju di bidang pendidikan masih tertinggal kalau kita pakai komparasi perkembangan dunia dan ranking dunia, jadi istilahnya jangan merasa jadi jago kandang.” Katanya.

Ia juga mengingatkan pemerintah supaya dalam membangun pendidikan tinggi lebih inklusif. Sebab dasar tata ketatanegaraan dan sistem ketatanegaraan Indonesia menurut Bung Karno adalah gotong royong. (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Tanamkan Jiwa Kepemimpinan dan Kedisiplinan, SMPM 15 Boarding School Surabaya Gelar Perkemahan Dakwah Hizbul Wathan

Mojokerto, liputanmu - SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya menggelar kegiatan Perkemahan Dakwah Hizbul Wathan di Obis Camp kawasan...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img