Surabaya, liputanmu – Hari Jumat, 7 November 2025, menjadi hari yang istimewa bagi para balita di Kelompok Bermain (KB) Aisyiah 03 yang berlokasi di Jalan Nginden Semolo, Surabaya.
Dalam program pembelajaran bertajuk Puncak Topik Buah, anak-anak usia dini ini tidak hanya belajar mengenal buah, tetapi juga diasah kemampuan motorik halus, sensorik, hingga kreativitas berwirausaha.
Kegiatan yang berlangsung meriah dari pukul 08.00 hingga 10.00 pagi ini merupakan kurikulum tetap yang diadakan setiap tiga bulan sekali.
Kepala Sekolah KB Aisyiah 03 Surabaya Humaidah SPd menjelaskan bahwa, program tersebut dirancang untuk mengembangkan kecerdasan anak secara holistik.
”Kami ingin anak-anak kami tidak hanya cerdas secara kognitifnya, namun juga berkembang motoris halusnya, daya kreativitasnya dan stimulasi sensorinya,” jelasnya.
Diawali dengan sesi pengenalan yang dipandu oleh Lifia Ma’rifatussholichah SPd, anak-anak diajak mengenal nama dan ciri-ciri buah, khususnya jeruk.
Dalam sesi ini, stimulasi sensorik menjadi fokus utama. Anak-anak dilatih membedakan tekstur kulit jeruk dengan buah-buahan lain.
Tidak hanya mengenal secara visual dan sentuhan, para balita ini juga langsung mempraktikkan keterampilan motorik halus dengan cara mengupas kulit jeruk mereka sendiri.
Setelah tuntas dengan sesi pengenalan, kegiatan berlanjut ke ruang sebelah di mana dua guru favorit lainnya, Faizatus Salma Annisa SPd dan Lia Hadis Sholikha SHum, sudah menanti dengan alat juicer lengkap.
Dengan antusias dan tertib, para balita itu berbaris untuk memasukkan butiran buah jeruk ke dalam juicer. Mata mereka berbinar menyaksikan cairan jeruk segar berwarna kuning itu tercipta.
”Ada yang mau minum jus jeruknya?” tanya Faizatus Salma, yang langsung dijawab “Mauuuu, ustadzah!” secara kompak oleh para murid.
Namun, kegembiraan tidak berhenti sampai di minum. Lia Hadis Sholikha mengajak anak-anak untuk melanjutkan prosesnya. “Eh, tunggu dulu ya, kita masukan ke dalam botol dan diberi label,” ajak Lia sambil tersenyum.
Anak-anak menuang jus ke dalam botol plastik yang telah disediakan dan belajar menempelkan stiker label yang menarik.
Kegiatan ini sontak memicu ide cemerlang dari salah satu siswa, Zelmira, yang bertanya, “Yieee, bagusnya..ini bisa dijual ya Ustadzah.” Pertanyaan itu langsung disambut seruan siswa lain, “Eh iya, ayuk dijual yuk.”
Ketiga guru tersebut pun menyambut ide itu dengan kompak, “Bisa doong!” Anak-anak pun bersorak kegirangan.
Kegiatan Puncak Topik Buah ini membuktikan bahwa metode pembelajaran yang efektif dan menyenangkan tidak hanya terbatas pada teori.
KB Aisyiah 03 Surabaya patut diacungi jempol karena berhasil menciptakan pengalaman belajar yang menarik, mengasah berbagai aspek perkembangan anak, dan bahkan menanamkan benih kreativitas dalam ide usaha sejak usia dini. (Lia Hadis Sholikha/PCA Ngagel – Editor:Henny)














