Trenggalek, liputanmu – Semangat dakwah berkemajuan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Depok, PRM yang secara geografis berada di lokasi puncak gunung dengan akses terjal, menorehkan sejarah baru sebagai ranting pertama se-Trenggalek yang menggelar resepsi Milad ke-113 Persyarikatan Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Masjid Al-Amin, Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan.
Antusiasme masyarakat terhadap acara ini sungguh luar biasa. Terlihat lantai bawah, lantai atas, hingga halaman Masjid dipenuhi oleh peserta yang hadir. Panitia awalnya hanya menyiapkan 200 paket konsumsi (snack), namun jumlah peserta yang hadir ternyata melebihi 300 orang.
Acara resepsi Milad Muhammadiyah ke-113 ini diawali dengan kegiatan sosial yang menghangatkan. Sebanyak 25 lansia dan 20 anak-anak menerima santunan, yang merupakan kolaborasi penuh makna antara Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (Lazismu) Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) dan Lazismu Kabupaten Trenggalek.
Acara semakin lengkap dengan adanya sosialisasi sertifikasi produk halal yang langsung disambut antusias oleh para pengusaha produk makanan.
Kegiatan tersebut diisi oleh Ustadz Salman Alfarisi dan Ustadz Rukhul Amin. Dalam kesempatan tersebut, keduanya menyatakan siap untuk membantu mendampingi proses sertifikasi halal secara gratis bagi warga PRM Depok sebagai upaya mengabdi kepada masyarakat dan persyarikatan Muhammadiyah.
Sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah dengan topografi pegunungan, banyak olahan hasil bumi yang diproduksi oleh masyarakat. Misalnya kripik tempe, kripik sagu, kue kelapa, kripik mbote, tahu, olahan jagung, dan lain-lain.
Sebelumnya, rombongan telah lebih dahulu meninjau proses produksi beberapa olahan tersebut dan terlibat langsung mulai dari pengupasan, pencucian, memasak hingga pengemasan produk.
Ustadz Misno, mewakili Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Trenggalek, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi yang tinggi. Ia menyoroti semangat PRM Depok yang, meskipun berada di lokasi terpencil, berani menjadi pionir.
“Meskipun berada di puncak gunung dengan akses yang sangat terjal, namun PRM Depok adalah ranting pertama se-Trenggalek yang mengadakan resepsi Milad pada Sabtu malam ini.” Tegasnya.
Sementara itu, dalam kesempatan tersebut juga, Kepala Desa Depok, Mbah Sugeng, panggilan akrabnya, memberikan ucapan selamat dan mengingatkan tentang peran strategis Muhammadiyah baik di kancah nasional maupun di desa Depok sendiri.
“Keterlibatan Muhammadiyah di Desa Depok, misalnya, keikutsertaan dalam aktifitas menuju ‘0% pernikahan anak’, yang menjadikan nama dan tandatangan Mbah Damas selaku Ketua PRM Depok diabadikan dalam prasasti bersama para tokoh lain.” Ungkapnya.
“Semangat Muhammadiyah dalam menopang kesejahteraan masyarakat desa melalui pendampingan dan kajian.” Tandasnya.
Agenda dilanjutkan dengan kajian Milad yang disampaikan oleh Ustadz Gandhung Fajar Panjalu dari UMSurabaya. Dalam paparannya, ia menjabarkan tentang spirit; “Memajukan Kesejahteraan Bangsa”.
Ia mengungkapkan bahwa menjadi seorang muslim yang maju adalah sosok yang menggembirakan dan membahagiakan orang lain. Ciri utama dari sosok ini adalah kehadirannya yang selalu dinanti, bukan dihindari.
“Orang yang kehadirannya dinanti, berarti ia menjadi manusia Sunnah. Maka, jadilah manusia Sunnah, bahkan jika bisa jadilah manusia wajib. Jangan jadi manusia makruh, apalagi manusia haram.” Tandas Ustadz Gandhung.
Acara ditutup dengan ramah tamah dan makan bersama. Melalui serangkaian kegiatan ini, diharapkan Ranting Muhammadiyah Depok akan terus menjadi “Surya” yang menyinari masyarakat dan membawa manfaat. (GFP).














