Surabaya, liputanmu – Isu LGBT yang sekarang berkembang menjadi LGBTQIA+, yang merupakan akronim untuk Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender, Queer (atau Questioning), Interseks, Aseksual (atau Ally) menjadi perbincangan hangat di masyarakat, termasuk di kalangan peserta didik.
Kegiatan ini dilaksanakan di Ruang Utama Masjid Sholahuddin Spemma Pucang Surabaya, yang diikuti dengan begitu antusias dan semangat oleh Siswa Spemma Pucang Surabaya pada Sabtu (24/01/2026).
Sebagai salah satu Lembaga Pendidikan Islam, SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Pucang Surabaya merasa memiliki tanggung jawab krusial dalam membentuk sikap dan perilaku yang sehat terhadap isu ini, dengan menekankan pada pemahaman ajaran Islam yang komprehensif dan bijaksana.
“Oleh karena itu, pada kesempatan acara Qumillail semester Genap ini, kami memberikan materi khusus pembinaan mental spiritual siswa Spemma dengan mengambil tema LGBTQ IA+. Materi ini kita berikan kepada siswa Spemma bukan untuk membenarkan perilaku, melainkan sebagai bagian dari pembinaan karakter dan kemanusiaan.” Ujar Ustadzah Khusnun Ni’am, S.Pd., Kepala Urusan (Kaur) Ismuba Spemma Pucang Surabaya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa materi ini disampaikan oleh Ustadzah Harni Rajab, sebagai Konselor Spemma Pucang Surabaya sekaligus konsultan anak dan keluarga, dan Ketua Umum Pendidikan Bakti Wanita Islam (YPBWI) Perwakilan Jawa Timur.
“Dalam materi ini disampaikan apa itu LGBT QIA+, bagaimana mengenali orang-orang yang terindikasi, dan bagimana LGBTQ IA+ dalam perspektif Islam serta apa bahayanya, dan bagaimana cara penanggulangannya serta bagaimana cara bersikap dan memberi perlakuan jika berinteraksi dengan orang-orang yang terindikasi.” Ungkapnya.
“Materi ini disampaikan dengan mengedepankan kasih sayang, toleransi, dan pemahaman karena dirasa lebih efektif
dari pada pendekatan yang hanya berfokus pada penolakan dan penghukuman.” Pungkasnya. (Ni’am).














