Surabaya, liputanmu – Hari ke-3 bukan tentang lelahnya berdiri, tapi tentang kuatnya keyakinan bahwa rezeki Allah selalu punya jalan. Di bawah rindangnya pohon Jalan Porong, tak jauh dari Masjid Al-Falah Raya Darmo Surabaya, berdiri sebuah gerobak sederhana berwarna hijau. Rabu (04/02/2026).
“Bukan sekadar jualan kopi, tapi simbol semangat yang tidak tumbang oleh keadaan.” Ujar Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md., Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo Bidang Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata ini.
Hari ke-3, lanjut Ustadz Taufik, bukan hari pertama yang penuh euforia, bukan juga hari terakhir untuk menyerah. Ini hari di mana mental diuji dan Konco Kopimu tetap berdiri.
“Lihat wajah-wajah di sana; tenang, sabar, yakin. Mereka tidak menjual kemewahan.” Tandasnya.
Menurutnya, mereka menyajikan; Kopi premium rasa bintang lima, harga bersahabat mulai 8 ribu dan racikan yang bikin sekali teguk, ingin teguk lagi. Tapi yang paling mahal bukan kopinya, yang paling berharga adalah niatnya: ikhtiar halal.
“Jihad ekonomi untuk menghidupi keluarga dengan cara terhormat. Bayangkan, kamu datang setelah sholat di Masjid Al-Falah, dengan udara yang Surabaya hangat, lalu kamu pegang segelas kopi Konco Kopimu, sensasinya bukan cuma di tangan tapi sampai ke hati.” Ungkapnya.
Karena setiap tegukan, tambahnya, menguatkan tubuhmu, menguatkan usaha kecil, menguatkan perjuangan orang-orang yang tidak menyerah pada hidup. Ini bukan cuma beli kopi, ini ikut menjadi bagian dari cerita perjuangan.
“Kalau kamu lewat sekitar Masjid Al-Falah Raya Darmo Surabaya, jangan cuma lihat, jangan cuma lewat, mampir, sapa, beli segelas.” Katanya.
“Karena mungkin, bagi kamu itu cuma 8 ribu. Tapi bagi mereka, itu bahan bakar untuk tetap optimis di hari ke-3 dan seterusnya. Konco Kopimu sekali minum, jadi konco selamanya.” Pungkasnya. (Taufikhi).














