Inspirasi Kehidupan : Dari Gawai, Bahaya Child Grooming Muncul
Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md.
(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)
Child grooming, merupakan upaya pelaku mendekati, membangun kepercayaan, lalu memanipulasi anak melalui gawai dan media sosial.
Di zaman sekarang, HP bukan hanya alat komunikasi, tapi juga menjadi pintu masuk predator digital. Mereka menyusup lewat game online, chat pribadi, atau konten viral, lalu secara perlahan mempengaruhi psikologi anak.
“Grooming bukan sekadar kejahatan seksual, tapi juga kejahatan emosional, mental, dan spiritual”
Bahaya Besar Mengintai Anak Setiap Detik
Di balik layar ponsel yang kecil, ada bahaya besar yang sering tak terlihat.
Anak-anak kita tumbuh bersama teknologi, tapi tidak semua yang datang dari dunia digital itu aman. Pelaku grooming tidak datang dengan wajah seram. Mereka datang dengan kata-kata manis, hadiah game, atau perhatian palsu.
Mereka menyasar anak-anak yang; Kurang perhatian, sering online sendirian, mudah percaya pada orang asing. Dan di saat orang tua lalai, ruang digital menjadi ladang predator. Karena itu, melindungi anak dari child grooming bukan hanya tugas hukum, tapi juga tugas iman dan kepedulian keluarga.
“Setiap kita adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya” (HR. Bukhari dan Muslim)
Alternatif Pencegahan Child Grooming
Pertama, Batasi & Dampingi Penggunaan Handphone; Anak yang dekat dengan orang tua akan lebih terbuka. Biasakan anak cerita siapa saja teman onlinenya.
Kedua, Edukasi Anak tentang Dunia Digital; Jangan chat orang asing, jangan kirim foto pribadi dan laporkan jika ada pesan mencurigakan.
Ketiga, Pantau Aktivitas Game & Media Sosial; Perhatikan perubahan sikap anak. Waspadai jika anak sering menyendiri dengan HP.
Keempat, Perkuat Iman & Akhlak Anak; Tanamkan rasa takut pada Allah. Ajak anak sholat berjamaah & ikut kegiatan positif. Isi dunia mereka dengan konten Islami & inspiratif.
Kelima, Bangun Lingkungan & Circle yang Baik; Ajak anak aktif di masjid atau komunitas. Lingkungan baik akan menjadi tameng dari bahaya
Gawai adalah alat. Ia bisa menjadi sarana kebaikan, atau jalan keburukan tergantung siapa yang menggunakannya. Mari kita jaga anak-anak kita, sebelum dunia digital merampas masa depan mereka.
“Anak adalah amanah. Bukan hanya untuk dibesarkan, tapi juga untuk dilindungi”














