Surabaya, liputanmu – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti penutupan kegiatan Darul Arqam Kelas VI MI Muhammadiyah 25 Surabaya Tahun 1447 H/2026 M. Agenda tahunan yang menjadi ruang pembinaan jiwa ini resmi berakhir pada Sabtu (28/02/2026), dengan meninggalkan pesan kuat bagi para siswa: teguhkan akhlak dan raih prestasi tanpa narkoba.
Etika Pergaulan dan Kedisiplinan Organisasi
Hari terakhir Darul Arqam diawali dengan pembekalan materi akhlak dan etika pergaulan oleh Drs. H. Luqmanto. Ia menekankan bahwa etika yang baik lahir dari niat yang santun dan sikap saling menghormati.
”Etika yang terjaga akan melahirkan keharmonisan dan membangun kepribadian yang kuat. Prinsip dasarnya adalah saling menghargai, menjaga kepercayaan, dan mendukung dalam kebaikan,” jelasnya.
Semangat kedisiplinan kemudian dilanjutkan oleh Ipmawan Zidan Annafis. Ia menguatkan konsep “3T” dalam berorganisasi bagi pelajar, yaitu: Tertib Belajar, Tertib Beribadah, dan Tertib Berorganisasi.
Seruan “Cerdas Tanpa Narkoba”
Materi yang cukup menyita perhatian adalah edukasi bahaya narkoba yang disampaikan oleh Ustadz M. Arifin, S.Ag., M.Ag. Beliau mengaitkan kemuliaan penciptaan manusia dengan kewajiban menjaga raga dari zat berbahaya. Selain narkoba, ia juga memperingatkan bahaya kecanduan gadget yang dapat memicu perilaku tidak jujur dan emosi yang tidak stabil.
Dengan penuh penekanan, Ustadz Arifin menyerukan slogan, “Narkoba No, Prestasi Yes!” sesuai tuntunan Al-Qur’an dalam Surah Al-Ma’idah ayat 90-91 dan Al-Baqarah ayat 195 serta 148.
Momen Haru dan Doa Penutup
Menjelang puncak acara, Ustadz Aksar Wiyono, M.Pd.I. memimpin doa dengan penuh kekhusyukan. Suasana ruangan mendadak hening dan haru saat lantunan doa memohon cahaya ilmu dan perlindungan iman bagi para siswa dikumandangkan.
Ketua Panitia, Marlik, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas kelancaran acara. “Alhamdulillah, Darul Arqam berjalan tertib. Semoga nilai-nilai yang ditanamkan benar-benar membekas menjadi bekal kehidupan anak-anak,” tuturnya.
Kesan Mendalam dari Siswa
Dampak positif kegiatan ini terpancar dari testimoni para peserta. Rais Wazif Zuhdi Da’wan dengan antusias mengaku betah mengikuti kegiatan ini. “Kalau bisa saya ingin nambah tiga hari lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Jeevan Azka Pradipta mengungkapkan betapa menyentuhnya sesi renungan malam. “Renungan malam membuat kami terisak. Semoga ilmu ini bermanfaat dan menjadikan kami anak yang sholeh-sholehah serta sukses dunia akhirat,” ungkapnya.
Tepat pukul 14.00 WIB, Darul Arqam Kelas VI MI Muhammadiyah 25 Surabaya resmi ditutup. Lebih dari sekadar seremoni, kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki benteng akhlak yang kokoh di tengah tantangan zaman. (Siti Islaha)














