Sunday, March 15, 2026
Sunday, March 15, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Perkuat Akar Ideologi, PDM Kota Surabaya Gelar Konsolidasi “Risalah Islam Berkemajuan”

Must Read

Surabaya, liputanmu – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya melalui Majelis Pengembangan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) menyelenggarakan kegiatan strategis bertajuk “Konsolidasi Ideologi: Risalah Islam Berkemajuan & Ideologi Muhammadiyah di Era Modern“. Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Pusat Dakwah Muhammadiyah (PUSDAM), Jalan Wuni No. 9, Surabaya, pada Sabtu (28/2/2026).

​Kegiatan ini menghadirkan pembicara utama Dr. Bachtiar Dwi K., S.Fil., M.P.A., yang menjabat sebagai Ketua MPKSDI Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Fokus utama pertemuan ini adalah memberikan pembekalan ideologis bagi para pimpinan cabang (PCM), guru-guru Ismuba (Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab), serta kader-kader muda di lingkungan Kota Surabaya.

Ideologi Sebagai “Ruh” Organisasi

​Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Kota Surabaya, Drs. H. Marjuki, M.A., menekankan bahwa ideologi bukan sekadar teori, melainkan “ruh” atau nyawa bagi persyarikatan. Ia mengajak seluruh elemen untuk melakukan ijtihad kolektif dalam memperkuat sungsum ideologi Muhammadiyah agar tetap relevan di era modern.

​”Ideologi itu sangat penting. Ini adalah ruh organisasi kita. Sangat penting untuk dipahami dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Sinergi dan Keberlanjutan Kaderisasi

​Marjuki juga menyoroti pentingnya sinergi antara pimpinan di tingkat daerah (PDM) dan cabang (PCM). Marjuki mengingatkan para kader agar menjaga keberlangsungan organisasi dengan memastikan regenerasi berjalan lancar di setiap keluarga Muhammadiyah.

​”Tugas kader majelis ini sangat berat sekaligus mulia karena mereka menjaga kelangsungan kaderisasi Muhammadiyah. Jangan sampai semangat bermuhammadiyah berhenti di generasi kita saja,” tegasnya.

Peran Guru Ismuba dalam Praktik Keseharian

​Secara khusus, Marjuki memberikan pesan mendalam kepada para guru Ismuba yang hadir. Menurut beliau, pelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan di sekolah-sekolah Muhammadiyah, terutama tingkat SD, tidak boleh berhenti sebagai materi hafalan di kelas.

​”Al-Islam itu bukan hanya pelajaran, tapi harus menjadi perilaku dan tingkah laku sehari-hari. Ismuba saat ini hampir 90% harus dipraktikkan. Anak-anak harus mengenal Muhammadiyah dan ideologinya sejak dini agar akar mereka kuat,” pungkasnya.

​Acara konsolidasi ini diharapkan mampu merefresh semangat dakwah para kader di Surabaya, khususnya di wilayah-wilayah historis seperti Genteng, yang disebut sebagai salah satu pusat pergerakan Muhammadiyah di Kota Pahlawan. (Yuda)

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Ketua PCM Wonokromo : Selamat Milad Ke-48, Momentum untuk Bergerak Lebih Cepat 

Surabaya, liputanmu – Momentum Semarak Ramadan 1447 H sekaligus Milad ke-48 (09 Maret 1978-09 Maret 2026), Sekolah Karakter SD...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img