Thursday, May 14, 2026
Thursday, May 14, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Inspirasi Kehidupan : Bukan Sekedar Budaya Namun Menjadi Upaya Menghidupkan Sunnah

Must Read

Inspirasi Kehidupan : Bukan Sekedar Budaya Namun Menjadi Upaya Menghidupkan Sunnah

Oleh Ustadz Ahmad Mujaddid RA, SH., M.Pd.

(Mubaligh Muda Muhammadiyah Kota Surabaya)

Istilah mudik menurut KBBI sering disinonimkan dengan istilah pulang kampung yaitu kegiatan perantau atau pekerja migran kembali ke kampung halaman. Kultur mudik identik dengan tradisi tahunan yang berlangsung menjelang hari raya keagamaan, seperti halnya Idulfitri.

Seolah mudik sangat melekat pada kalangan umat Islam di Indonesia disaat momen perayaan Idulfitri. Maka sebagian besar diantara mereka berkata: “Kalau gak mudik, seperti ada yang hilang”.

Sebagaimana kultur mudik yang dimaksud adalah anjangsana – anjangsini kembali ke kampung halaman dalam rangka menghidupkan nilai dan mempererat ikatan keluarga. Silaturrahim berkumpul bersama orangtua, sanak saudara mulai dari saudara kandung sampai dengan saudara sepupu (satu jalur nasab).

Teringat pada hadits Rasulullah SAW yang sangat beririsan dengan praktik mudik yang banyak dilakukan.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ لَمَّا أُنْزِلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ { وَأَنْذِرْ عَشِيرَتَكَ الْأَقْرَبِينَ } دَعَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قُرَيْشًا فَاجْتَمَعُوا فَعَمَّ وَخَصَّ فَقَالَ يَا بَنِي كَعْبِ بْنِ لُؤَيٍّ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي مُرَّةَ بنِ كَعْبٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي عَبْدِ شَمْسٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي عَبْدِ مَنَافٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي هَاشِمٍ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا بَنِي عَبْدِ الْمُطَّلِبِ أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنْ النَّارِ يَا فَاطِمَةُ أَنْقِذِي نَفْسَكِ مِنْ النَّارِ فَإِنِّي لَا أَمْلِكُ لَكُمْ مِنْ اللَّهِ شَيْئًا غَيْرَ أَنَّ لَكُمْ رَحِمًا سَأَبُلُّهَا بِبَلَالِهَا

Artinya :“Dari Abu Hurairah dia berkata, “Ketika turun ayat: ‘(Berilah peringatan kepada kaum kerabatmu yang terdekat) ‘ (Qs. Asy Syu’ara`: 214). Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyeru kaum Quraisy hingga mereka semua berkumpul. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau berbicara secara umum dan secara khusus. Beliau bersabda lagi: ‘Wahai Bani Ka’ab bin Luaiy, selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Bani Murrah bin Ka’ab, selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Bani Abdul Syams, selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Bani Abdul Manaf, selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Bani Hasyim, selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Bani Abdul Mutthalib, selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Wahai Fatimah, selamatkanlah diri kamu dari Neraka. Sesungguhnya aku tidak memiliki (kekuatan sedikit pun untuk) menolak siksaan Allah kepadamu sedikit pun, selain kalian adalah kerabatku, maka aku akan menyambung tali kerabat tersebut.”

Dari hadits diatas telah menggambarkan bahwa Rasulullah SAW telah mengumpulkan seluruh keluarganya mulai dari Bani ‘Abdi Manaf sampai dengan Fatimah binti Rasulullah ini menunjukkan Rasulullah telah mengumpulkan dari saudara terjauh sampai saudara dekat.

Ibnu Hajar menjelaskan hadits tersebut memberikan 2 pesan :

Pertama, Keluarga memiliki peran besar dalam nasehat-menasehati, ingat-mengingatkan.

Kedua, Silaturrahim menjadi hal krusial guna menjaga hubungan kekeluargaan dalam Islam.

“Jika boleh kami menyimpulkan bahwa budaya mudik bukan sekedar budaya namun menjadi upaya menghidupkan sunnah”

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Inspirasi Kehidupan: Bikersmu, Dakwah Sepanjang Jalan

Inspirasi Kehidupan: Bikersmu, Dakwah Sepanjang Jalan  Oleh Ustadz Muhammad Barid Sadan, S.Ag., M.Pd.I. (Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo, Bikersmu Chapter...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img