Surabaya, liputanmu – Suasana khidmat menyelimuti lapangan Sekolah Qur’anic and Internasional Insight SD Muhammadiyah 6 (SD Musix) Gadung Surabaya pada Senin pagi (04/05/2026). Di tengah peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), ratusan siswa beserta guru dan karyawan berkumpul untuk sebuah misi suci: mendeklarasikan perang melawan perundungan (anti-bullying) demi mewujudkan lingkungan sekolah yang ramah anak.
Mulai pukul 06.45 WIB, barisan siswa berseragam merah-putih lengkap tampak berdiri tegak, menjadi simbol kesiapan mereka untuk bertransformasi menjadi generasi prestasi yang berkarakter Qur’ani.
Refleksi Karakter di Hari Pendidikan
Kepala Sekolah melalui Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa momentum Hardiknas ini merupakan titik balik untuk mengembalikan hakikat pendidikan yang memanusiakan manusia.
Menurut Ustadz Munahar, S.H.I., M.Pd., sekolah tidak boleh hanya mengejar angka di atas kertas, tetapi harus menjadi rumah kedua yang aman bagi setiap anak.
“Pendidikan harus menjunjung tinggi nilai-nilai empati. Melalui deklarasi ini, kita menanamkan keberanian pada diri siswa untuk saling menghargai dan berani melawan segala bentuk kekerasan.” Tegasnya dalam sesi amanat.
Komitmen dalam Balutan Doa dan Apresiasi
Acara yang berlangsung penuh emosi ini diisi dengan pembacaan teks deklarasi yang diikuti secara serempak oleh seluruh warga sekolah. Mereka berkomitmen untuk menjaga kehormatan sesama dan membangun budaya saling menolong.
Sebagai bentuk motivasi, sekolah juga memberikan penghargaan kepada guru dan siswa yang telah menorehkan prestasi. Hal ini membuktikan bahwa iklim belajar yang suportif adalah kunci utama lahirnya prestasi-prestasi baru di masa depan.
Harapan dari Lini Terdepan
Anisa Kusuma, seorang siswa kelas 6, merasa lega dengan adanya deklarasi ini. “Kami jadi tidak takut lagi untuk melapor. Sekolah harus jadi tempat yang paling nyaman buat kami semua.” Ujarnya penuh semangat.
Senada dengan Anisa, Jovita dari kelas 4 pun menitipkan harapan agar tidak ada lagi ejekan yang melukai perasaan teman sejawat. “Semoga kita semua bisa berteman dengan baik tanpa ada yang menyakiti.” Ungkapnya.
Kegiatan yang ditutup dengan semangat Billahi fii sabilil haqq, fastabiqul khairat ini diharapkan mampu menjadikan SD Musix sebagai pelopor sekolah ramah anak yang konsisten mencetak generasi berakhlak mulia. (Basirun).














