Bojonegoro, liputanmu – Membangun Bojonegoro di masa depan membutuhkan lebih dari sekadar pemimpin yang cerdas. Dibutuhkan sosok pemimpin yang berkarakter, berintegritas, memiliki visi kebangsaan, sekaligus berpijak pada nilai-nilai Islam berkemajuan. Spirit itulah yang melandasi penyelenggaraan Baitul Arqom Dasar (BAD) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Bojonegoro yang digelar pada Sabtu–Ahad, 11–12 Juli 2026, di STIKES Muhammadiyah Bojonegoro.
Dengan mengusung tema; “Manifesto Pemuda Negarawan, Menyiapkan Kepimpinan Bojonegoro untuk Masa Depan”, forum kaderisasi ini menjadi ruang pembelajaran, refleksi, sekaligus penguatan komitmen bagi kader Pemuda Muhammadiyah untuk tampil sebagai generasi yang siap memimpin dan mengabdi kepada umat, bangsa, dan daerah.
Peserta yang berasal dari perwakilan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) se-Kabupaten Bojonegoro mengikuti setiap sesi dengan antusias. Selama dua hari, mereka tidak hanya mendapatkan penguatan ideologi Muhammadiyah, tetapi juga dibekali wawasan mengenai demokrasi, kepemimpinan, kebijakan publik, dan peran strategis pemuda dalam pembangunan.
Kualitas materi semakin kuat dengan hadirnya para narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Robby Adi Perwira, Ketua KPU Bojonegoro, bersama Ariel Saron, Komisioner KPU Bojonegoro, mengulas pentingnya demokrasi yang sehat dan peran pemuda sebagai penjaga nilai-nilai integritas dalam kehidupan berbangsa.
Sementara itu, Mukayat Al Amin, Ketua Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur, memberikan perspektif mengenai kepemimpinan negarawan dalam bingkai Islam Berkemajuan. Materi tersebut diperkaya oleh Sugito, Sekretaris LHKP PDM Bojonegoro, yang mengajak peserta untuk membangun kepekaan sosial serta memperkuat peran kader Muhammadiyah sebagai pelopor perubahan di tengah masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat kehormatan dengan hadirnya Sri Wahyuni, Wakil Ketua DPRD Jawa Timur. Dalam paparannya, ia mengapresiasi konsistensi Pemuda Muhammadiyah dalam melakukan kaderisasi.
“Kami mengapresiasi konsistensi Pemuda Muhammadiyah dalam melakukan kaderisasi serta mendorong para kader untuk terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menjadi pemimpin yang adaptif, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.” Ungkapnya.
Baitul Arqom Dasar bukan sekadar agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang dalam menyiapkan kader-kader unggul yang memiliki ketangguhan spiritual, kecerdasan intelektual, kepedulian sosial, dan kemampuan memimpin di berbagai lini kehidupan.
Melalui forum ini, Ketua PDPM Bojonegoro, M. Imam Akbar Al Haromein menegaskan bahwa kaderisasi adalah jalan strategis untuk melahirkan Pemuda Negarawan—kader yang berpikir visioner.
“Kaderisasi adalah jalan strategis untuk melahirkan Pemuda Negarawan, kader yang berpikir visioner, bekerja kolaboratif, dan mengabdikan dirinya bagi kemajuan Persyarikatan Muhammadiyah serta pembangunan Kabupaten Bojonegoro.” Pungkasnya.
Dengan semangat tersebut, Baitul Arqom Dasar diharapkan menjadi titik awal lahirnya pemimpin-pemimpin muda yang siap menjawab tantangan zaman dan membawa Bojonegoro menuju masa depan yang lebih maju, berkeadaban, dan berkemajuan. (Khoirun Nash).














