Surabaya, liputanmu — Program Bilingual Class SMP Muhammadiyah 15 Boarding School Surabaya kembali menghadirkan pengalaman pembelajaran internasional melalui kegiatan Guest Teacher. Pada Rabu (12/08/2026), siswa-siswi Bilingual Class kelas 7, 8, dan 9 mendapatkan kesempatan belajar dan berdiskusi bersama Nadeem Ahmad dari Pakistan.
Kegiatan yang merupakan bagian dari International Teaching Program tersebut mengangkat tema; “Independence Day Celebrations in Your Country (Tell Your Story)”. Dalam sesi sharing and discussion, Nadeem Ahmad berbagi cerita mengenai perayaan Hari Kemerdekaan di Pakistan sekaligus mengajak para siswa untuk mengenal keberagaman budaya dan tradisi kemerdekaan di berbagai negara.
Kepala SMP Muhammadiyah 15 Surabaya (Spemlibels), Ustadz Banjar, S.S., M.Pd.I., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran Guest Teacher menjadi kesempatan berharga bagi siswa untuk mendapatkan pengalaman belajar secara langsung dari perspektif internasional.
“Pembelajaran tidak hanya terjadi di dalam kelas. Melalui pertemuan dengan guru dan narasumber dari negara lain, anak-anak dapat membuka wawasan, mengenal keberagaman budaya, serta membangun keberanian untuk berkomunikasi dengan masyarakat global.” Ungkap Ustadz Banjar.
Sementara itu, Direktur Bilingual Class SMP Muhammadiyah 15 Surabaya, Mr. Adi Cahyono, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah membangun global mindset para siswa.
“Kami ingin siswa Bilingual Class tidak hanya mampu berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki wawasan global, percaya diri berkomunikasi, dan mampu menghargai perbedaan budaya. Itulah semangat dari program Guest Teacher ini.” Tutur Mr. Adi.
Nadeem Ahmad juga mengapresiasi antusiasme para siswa selama kegiatan berlangsung.
“Sharing cultures is not only about knowing differences, but also about learning how those differences can bring us closer. I am happy to share my story with the students in Surabaya.” Ujar Nadeem Ahmad.
Menariknya, setelah sesi sharing and discussion selesai, Nadeem Ahmad tidak langsung meninggalkan sekolah. Ia turut berbaur bersama siswa dan mengikuti lomba Agustusan yang diselenggarakan sekolah. Pada hari tersebut, lomba yang diikuti adalah memasukkan paku ke dalam botol dan balon berantai.
Kehadiran Nadeem dalam perlombaan semakin menciptakan suasana hangat, menyenangkan, sekaligus mempererat interaksi budaya antara Pakistan dan Indonesia. Kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan bagi siswa Bilingual Class dalam semangat “Let’s Learn, Share, and Grow Together!” (Didik Hermawan).














