Saturday, August 29, 2026
Saturday, August 29, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Dari Pengalaman BPN 2 untuk Wakaf Muhammadiyah: Komitmen Percepatan Sertifikasi Aset di Surabaya

Must Read

Surabaya, liputanmu — Terus berkemajuan dan mencerahkan, Majelis Pendayagunaan Wakaf (MPW) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Surabaya terus memperkuat langkah dalam menata, mengamankan, dan memberikan kepastian hukum terhadap aset-aset wakaf Muhammadiyah. Upaya tersebut salah satunya diwujudkan melalui rapat periodik Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Kota Surabaya yang dilaksanakan pada Jum’at (28/08/2026).

Rapat periodik yang menjadi agenda rutin majelis tersebut berlangsung dalam suasana penuh semangat koordinasi dan evaluasi. Di tengah berlangsungnya rapat, hadir Bapak Rohim, pensiunan BPN 2 Surabaya, yang membawa komitmen positif untuk turut membantu mendorong percepatan proses pengurusan sertifikat tanah wakaf, khususnya aset wakaf Muhammadiyah di wilayah Kota Surabaya yang berada dalam cakupan BPN 2.

Kehadiran Bapak Rohim menjadi momentum penting bagi Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Surabaya. Berbekal pengalaman dan pemahaman terhadap proses pertanahan, komitmen tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk membantu menyelesaikan berbagai proses administrasi sertifikasi wakaf yang selama ini membutuhkan koordinasi dan pendampingan.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua PDM Kota Surabaya, Ustadz Drs. H. M. Zayyin Chudlori, M.Ag., menyambut baik komitmen tersebut. Menurutnya, persoalan wakaf tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan aset, tetapi juga bagaimana aset tersebut memiliki kepastian dan perlindungan hukum yang baik.

“Sinergi dengan berbagai pihak yang memiliki kompetensi dan pengalaman di bidang pertanahan menjadi langkah strategis untuk memperkuat pengelolaan aset wakaf Muhammadiyah.” Tutur Ustadz Zayyin, panggilan akrabnya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ketua Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Kota Surabaya, Ustadz M. Hasyim, S.Pd., M.Pd., juga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Bapak Rohim.

“Kami berharap dukungan tersebut dapat menjadi energi baru bagi majelis dalam mempercepat penataan dan sertifikasi aset wakaf Muhammadiyah di Surabaya.” Ujarnya.

Menurutnya, sertifikasi bukan sekadar persoalan administratif, melainkan bagian penting dari ikhtiar menjaga amanah wakaf agar keberadaan aset dapat dipertanggungjawabkan dan dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan umat.

“Aset wakaf adalah amanah. Karena itu, ikhtiar untuk menertibkan administrasi dan memastikan legalitasnya merupakan bagian dari upaya menjaga amanah tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.” Ujar Ustadz Hasyim.

Pengalaman untuk Menguatkan Sinergi

Komitmen Bapak Rohim menunjukkan bahwa kontribusi terhadap persyarikatan dan umat dapat terus diberikan meskipun seseorang telah memasuki masa purna tugas. Pengalaman yang dimiliki selama berkecimpung di bidang pertanahan menjadi modal berharga untuk membantu memberikan pemahaman dan pendampingan dalam proses sertifikasi aset wakaf.

Bagi Muhammadiyah Surabaya, kolaborasi semacam ini menjadi penting. Pengelolaan wakaf membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari nazhir, persyarikatan, masyarakat, hingga pihak-pihak yang memahami aspek administrasi dan pertanahan.

Dengan adanya sinergi tersebut, diharapkan proses sertifikasi aset wakaf Muhammadiyah dapat berjalan lebih terarah dan semakin cepat, sekaligus meminimalkan berbagai persoalan administrasi maupun legalitas di kemudian hari.

Menjaga Aset, Menguatkan Manfaat

Majelis Pendayagunaan Wakaf PDM Kota Surabaya terus berkomitmen melakukan penataan dan penguatan pengelolaan aset wakaf Muhammadiyah. Sertifikasi menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan aset wakaf memiliki kepastian hukum sehingga dapat dikelola secara aman, tertib, produktif, dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar dokumen legalitas, setiap aset wakaf memiliki nilai perjuangan dan amanah dari para wakif yang harus dijaga. Karena itu, proses sertifikasi menjadi bagian dari upaya menghadirkan kepastian hukum sekaligus memastikan keberlanjutan manfaat wakaf bagi umat dan generasi mendatang.

Momentum pertemuan pada Jum’at (28/08/206) tersebut diharapkan menjadi awal dari semakin kuatnya kolaborasi antara pengalaman para pihak di bidang pertanahan dengan gerakan wakaf Muhammadiyah di Kota Surabaya.

Dari pengalaman BPN 2, tumbuh sebuah komitmen untuk membantu. Dari sinergi, lahir ikhtiar untuk mempercepat sertifikasi. Dan dari aset wakaf yang terlindungi, diharapkan lahir manfaat yang terus mengalir untuk umat. (Agung).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Inspirasi Kehidupan: Oleh-oleh Terindah Bukan yang Ada di Tangan

Inspirasi Kehidupan: Oleh-oleh Terindah Bukan yang Ada di Tangan Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md. (Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo) Ada sesuatu...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img