Mojokerto, liputanmu – Terus berkemajuan dan mencerahkan, Sekretaris Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Wonokromo, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., mengingatkan pentingnya meneladani kepemimpinan Rasulullah SAW kepada para siswa kelas X Sekolah Unggul dan Berkarakter SMA Muhammadiyah 3 (Smamga) Gadung Surabaya.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) yang bertujuan membentuk karakter kepemimpinan sejak dini berlangsung di Villa Fatmah Claket Kabupaten Mojokerto, Jum’at-Sabtu (4-5/09/2026).
Dalam pemaparannya, Ustadz Salman Alfarisi BMR, S.H.I., Sekretaris PCM Wonokromo, Surabaya menyampaikan bahwa terdapat tiga alasan utama mengapa kepemimpinan Rasulullah SAW harus dijadikan rujukan utama oleh generasi muda:
Pertama, Dekengan Pusat: Kepemimpinan yang berlandaskan nilai Islam memiliki jaminan dan pertolongan langsung dari Allah SWT sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur’an.
Kedua, Teladan Sempurna: Nabi Muhammad SAW merupakan figur paripurna (uswatun hasanah) dalam mengelola umat, menyelesaikan masalah, serta memimpin dengan bijaksana.
Ketiga, Jaminan Keselamatan: Mengikuti jejak kepemimpinan beliau menjadi panduan hidup yang memberikan keselamatan dan keberkahan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
Selain itu, para peserta LDKS juga dibekali dengan pemahaman mendalam mengenai empat sifat utama Rasulullah SAW yang wajib diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari maupun berorganisasi:
Pertama, Sidiq: Selalu benar dan jujur dalam perkataan maupun perbuatan.
Kedua, Tabligh: Terbuka, komunikatif, dan amanah dalam menyampaikan kebenaran serta informasi yang benar.
Ketiga, Amanah: Dapat dipercaya dan bertanggung jawab penuh terhadap setiap tugas yang diemban.
Keempat, Fathonah: Cerdas, visioner, dan mampu memecahkan masalah secara solutif.
“Kepemimpinan yang penuh keteladanan adalah kunci sukses menjalani kehidupan, sukses dunia-akhirat dan terbebas dari siksa api neraka.” Pungkas Ustadz Salman.
Melalui kegiatan LDKS ini, Sekolah Unggul dan Berkarakter SMA Muhammadiyah 3 Surabaya berharap para siswa kelas 7 mampu mentransformasikan nilai-nilai kepemimpinan profetik tersebut ke dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sosial bermasyarakat. (Humas/Gus).














