Inspirasi Kehidupan: Ketika Ide Besar Butuh Kopi Legendaris
Oleh Ustadz Taufik Hidayanto, A.Md.
(Wakil Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Wonokromo)
“Bukan sekadar silaturahim, ini tentang menemukan energi baru untuk menghadirkan sekolah yang semakin diminati”
Di sela-sela acara silaturrahim Sekolah Qur’anic and Internasional Insight SD Muhammadiyah 6 Surabaya bersama TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) di wilayah Wonokromo pada Sabtu, 22 Agustus 2026 di Hotel Yellow Jemursari, suasana berlangsung hangat dan penuh gagasan.
Mengusung tema; “Membangun Magnet Sekolah Tingkat TK”, kegiatan ini menghadirkan Ustadz Ir. Lukman Rahim, Ketua PCM Wonokromo sekaligus konsultan pendidikan, sebagai narasumber.
Namun ada satu persoalan yang sering muncul dalam acara panjang dan penuh materi: mata mulai berat, konsentrasi menurun, dan pikiran membutuhkan jeda. Nah, di sinilah hadir Konco Kopimu.
Bukan sekadar minuman. Secangkir kopi menjadi teman di tengah diskusi, menjaga suasana tetap hidup, membantu mengusir rasa kantuk, sekaligus memberi ruang bagi pikiran untuk kembali fokus menyerap gagasan.
Karena membangun sekolah yang menjadi magnet membutuhkan pikiran yang tetap menyala. Bayangkan, setelah beberapa sesi materi, kepala mulai penuh. Ide-ide bagus berpotensi lewat begitu saja karena konsentrasi menurun. Sayang sekali jika gagasan besar tentang masa depan pendidikan kalah oleh rasa ngantuk.
Konco Kopimu hadir sebagai teman menikmati momen—kopi racikan yang menemani percakapan, diskusi, dan lahirnya ide-ide baru.
Dari silaturrahim lahir koneksi, dari diskusi lahir gagasan, dari gagasan lahir gerakan. Dan di antara semuanya, Konco Kopimu menemani dengan rasa kopi yang nikmat dan semangat yang kembali.
“Ngopi boleh santai, tapi ide jangan sampai mati, Konco Kopimu, teman ngopi, teman berpikir, teman bergerak”














