Surabaya, liputanmu — Ziarah kubur telah lama menjadi tradisi yang melekat kuat di tengah masyarakat Indonesia. Kendati demikian, pemahaman mendalam mengenai esensi dan adab dalam berziarah perlu terus diperkuat agar pelaksanaannya tetap berada dalam koridor tuntunan syariat Islam.
Mengangkat urgensi tersebut, SMP Muhammadiyah 16 Surabaya menggelar kegiatan Ujian Praktik yang berlokasi langsung di Pemakaman Umum Bulak Banteng Bandarrejo. Rabu (30/09/2026).
Hadir sebagai narasumber, Ustadz Heri Agung menyampaikan materi bertajuk; “Adab dan Esensi dalam Ziarah Kubur”, di hadapan para siswa yang mengikuti jalannya kegiatan dengan khidmat. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa ziarah kubur bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan sarana spiritual yang memiliki landasan hukum yang kuat dalam ajaran Islam.
“Fungsi utama ziarah kubur adalah sebagai pengingat akan kematian. Dengan melihat tempat peristirahatan terakhir, setiap individu diharapkan sadar bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sehingga terdorong untuk memperbanyak amal saleh.” Ujar Ustadz Heri.
Lebih lanjut, Ustadz Heri memaparkan perbedaan dua kelompok Muslim. Pertama, golongan munafik, yaitu mereka yang lahir dari orang tua Muslim dan mengetahui kebenaran, namun enggan berbuat baik hingga tindakannya mengarah pada kekufuran serta cenderung tertutup terhadap majelis ilmu. Kedua, golongan mukmin, yakni mereka yang senantiasa menyandarkan segala urusannya dan mengingat Allah.
“Ziarah ke pemakaman mampu melunakkan hati yang keras dan meluruhkan kecintaan berlebihan terhadap materi duniawi. Sebagaimana pesan Rasulullah SAW, ziarah dapat meneteskan air mata dan mengingatkan kita akan akhirat.” Ungkapnya.
Selain untuk mendoakan almarhum, Ustadz Heri menekankan pentingnya menjaga etika saat berada di area pemakaman. Beberapa adab penting yang disampaikan meliputi:
- Mengucapkan salam saat memasuki area pemakaman.
- Dilarang duduk di atas makam atau batu nisan.
- Mengindari perbuatan yang mengarah pada kemusyrikan, seperti meminta petunjuk atau memohon kepada kuburan.
- Berdoa dengan menghadap ke arah kiblat.
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Ustadz Adib Adab, S.Pd., Kepala SMP Muhammadiyah 16 Surabaya, memberikan sambutan sekaligus apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, praktik lapangan ini membawa dampak positif yang besar bagi para siswa sebagai pembekalan ilmu agama.
“Minimal melalui kegiatan ini, para siswa mendapatkan bekal pengetahuan mendasar mengenai tata cara dan adab berziarah. Harapannya, ilmu yang didapatkan hari ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi dapat dipraktikkan serta diajarkan kembali, minimal di lingkungan keluarga masing-masing.” Pungkasnya. (Pradana).














