Sunday, October 18, 2026
Sunday, October 18, 2026
Desain Banner Wonokromo 1
previous arrow
next arrow
Shadow

Mengadaptasi Akhlak Rasulullah di Kancah Gen-Z, KH. Dawam Sholeh Bagikan Kisah Inspiratif dan Kunci Sukses Pendidikan Islam

Must Read

Surabaya, liputanmu — Pengajian Ahad PagiMU Majelis Tabligh Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Ngagel Surabaya yang digelar di Masjid Sholahuddin Sekolah Unggul Nasional SMP Muhammadiyah 5 (Spemma) Surabaya menghadirkan penceramah inspiratif, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlah Paciran Lamongan, KH. Drs. Muhammad Dawam Sholeh.

Dengan mengusung tema; “Mengadaptasi Akhlaq Rasulullah di Kancah Gen-Z”, pengajian ini sarat akan pesan motivasi, perjalanan hidup, serta strategi membangun lembaga pendidikan yang tangguh. Ahad (18/10/2026).

Di awal ceramahnya, KH. Dawam mengingatkan pentingnya memahami klasifikasi penamaan generasi yang masing-masing memiliki karakteristik unik dan berbeda, termasuk generasi masa kini yang akrab disebut sebagai Gen-Z.

Sebagai bentuk motivasi bagi jamaah, beliau kemudian membagikan perjalanan hidupnya, mulai dari masa menimba ilmu di Pondok Pesantren Gontor hingga melanjutkan studi ke Universitas Gadjah Mada (UGM). Ia mengenang rekan-rekan seangkatannya yang kini menjadi tokoh nasional dan sama-sama merupakan lulusan Gontor, salah satunya adalah Prof. Dr. H. M. Din Syamsuddin, Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah periode (2005-2015).

Perjalanan dakwah dan pendidikan tersebut berlanjut saat beliau merintis dan mendirikan Pondok Pesantren Al-Ishlah Paciran, Lamongan, yang corak pendidikannya mengadopsi sistem pembelajaran di Gontor.

“Berawal dari pondok yang kecil, berkat komitmen, keikhlasan, dan sifat istiqomah yang dipegang teguh, pesantren kini berkembang pesat dan semakin dipercaya oleh masyarakat luas.” Ungkapnya.

Menariknya, KH. Dawam membagikan tips unik terkait publikasi lembaga pendidikan. Menurutnya, popularitas atau kepercayaan masyarakat tidak dibangun melalui pemasangan baliho besar di pinggir jalan, melainkan melalui pemberian pelayanan terbaik.

“Dengan pelayanan yang prima, metode getok tular (dari mulut ke mulut) akan berjalan secara alami melalui kesan positif yang disampaikan oleh para wali santri.” Tandasnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa Persyarikatan Muhammadiyah senantiasa membawa tradisi yang bersih dalam setiap langkah perjalanan dakwahnya. Hal ini merupakan wujud nyata dari gerakan dakwah amar ma’ruf nahi munkar sekaligus manifestasi organisasi yang senantiasa mencerahkan dan berkemajuan.

Menutup kajiannya, KH. Dawam berpesan agar generasi muda saat ini senantiasa meneladani empat sifat mulia Nabi Muhammad SAW yang harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu Siddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (menyampaikan kebaikan), dan Fathonah (cerdas). (Humas/Gus).

- Iklan -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- iklan -spot_img
Latest News

Tapak Suci Cabang 04 Wonokromo Kembali Borong Prestasi di Ajang Surabaya Rising Champion

Surabaya, liputanmu — Kabar membanggakan kembali mengharumkan nama keluarga besar Tapak Suci Putera Muhammadiyah Cabang  04 Wonokromo. Para atlet...
- Iklan -spot_img

More Articles Like This

- Iklan -spot_img